oleh

Terlilit Hutang, Bapak Dua Anak Nekat Jambret Ditengah Malam

Tulungagung, (afederasi.com) – WP (24), warga Desa Bungur Kecamatan Karangrejo diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Ngantru, Senin (22/2/2021) malam. Pasalnya, bapak dua anak tersebut diduga menjambret sebuah tas milik Alfianingtyas (34) warga Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol pada Selasa (2/2/2021) dinihari. Pelaku berdalih nekat menjambret karena terlilit hutang.

Kapolsek Ngantru AKP Pudji Widodo melalui Kanit Reskrim Ipda Nursaid menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat korban hendak pergi ke rumah temannya. Dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario, korban melaju dari arah Desa Rejoagung ke utara menuju ke arah jalan raya Ngantru masuk Desa Bendosari.

“Nah, tas korban yang berisi uang tunai sekitar Rp 10 juta, sebuah HP Oppo, sebuah BPKB Honda vario, sebuah dompet yang berisi surat berharga diletakkan di sela-sela kakinya,” terangnya.

Setibanya di lokasi lanjut Nursaid, tiba-tiba korban dihadang oleh pria tidak dikenal dengan mengendarai Honda Beat AG 3583 RBU. Selanjutnya, pelaku merebut paksa tas yang ada di motor korban. Setelah tas dikuasai, pelaku langsung tancap gas meninggalkan korban.

“Tak rela tasnya dibawa pelaku, korban sempat melakukan pengejaran berharap barang-barangnya bisa kembali,” imbuhnya.

Nursaid mengatakan, karena korban adalah perempuan dan dalam berkendara tidak selincah laki-laki, akhirnya kehilangan jejak saat menuju Jembatan Ngujang 2.

“Merasa dirugikan, akhirnya korban ini memilih melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ngantru,” terangnya.

Berbekal aduan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan berikut memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah TKP. Hasilnya, petugas mendapatkan beberapa petunjuk yakni sepeda motor yang digunakan pelaku adalah Honda Beat warna putih, pakaian yang dikenakan jaket jumper warna hitam dan celana jeans warna biru dongker.

“Bahan keterangan tersebut langsung kami bagikan kepada teman-teman serse, termasuk ciri-ciri fisik pelaku,” terangnya.

Masih menurut Nursaid, tiga Minggu pasca kejadian barulah petugas mendapatkan petunjuk bahwa pria dan sepeda motor yang sangat identik dengan ciri-ciri pelaku sempat terlihat di daerah Desa Bungur Kecamatan Karangrejo. Tak mau kehilangan momentum, akhirnya petugas langsung menelusuri informasi tersebut.

“Akhirnya petugas bisa menemukan rumah target. Awalnya saat diinterograsi ia mengelak. Namun karena di rumahnya ditemukan sepeda motor dan pakaian pelaku yang identik, ia langsung mengakui perbuatannya,” ungkapnya.

Kepada petugas, WP nekat menjambret karena membutuhkan uang untuk membayar hutang-hutangnya. Bahkan, aksi tersebut bukanlah yang pertama, WP juga pernah melakukan hal serupa di TKP lain.

“Jadi modusnya sama, pelaku ini mencari sasaran wanita yang sedang berkendara ditengah malam seorang diri,” katanya.

Bapak dua anak tersebut juga mengaku jika uang Rp 10 juta yang ada di dalam tas korban sudah habis digunakan untuk membayar hutang-hutangnya.

Nursaid menambahkan, kini kasus tersebut masih terus dalam pengembangan. Meskipun yang bersangkutan bukanlah seorang residivis, tidak menutup kemungkinan pelaku pernah beraksi di tempat yang lain.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat, agar lebih waspada dimanapun dan kapanpun anda berada,” tambahnya.

Atas perbuatannya, WP bakal dijerat dengan pasal  365 ayat 2 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. (riz/yp)

News Feed