oleh

Terjaring Operasi Yustisi, Puluhan Pemuda Dirapid Test

Tulungagung, (afederasi.com) – Setidaknya lima puluh pemuda yang kedapatan nongkrong tanpa memperhatikan protokol kesehatan (prokes) di wilayah Kecamatan Ngantru terjaring Operasi Yustisi pada Sabtu (3/10/2020) malam. Selain diberi teguran secara lesan dan tertulis, mereka juga diwajibkan menjalani rapid test.

Kelima puluh pemuda tersebut terjaring di lima lokasi yakni, di warung kopi (warkop) masuk Desa Pinggirsari, warkop biliard pinggir Jalan Raya Ngantru-Srengat masuk Desa Srikaton, warkop pinggir Jalan Raya Ngujang 2 masuk Desa Pucunglor, warkop Sor Pelem masuk Desa Pucnglor, dan warkop masuk Desa Padangan.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neni Sasongko mengatakan, Operasi Yustisi ini merupakan agenda rutin tim gabungan dalam rangka menertibkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Muaranya tetap menekan penyebaran Covid-19,” katanya.

Neni melanjutkan, meskipun tingkat kewaspadaan dan kepedulian masyarakat sudah meningkat, namun tetap masih ada orang yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan. Untuk itu, tentu saja hal ini tidak boleh dibiarkan. Sebab, Covid-19 belum sepenuhnya menghilang.

Baca Juga  Lamongan Jadi Zona Kegiatan East Java Green Scout Innovation

“Jangan lupa, hingga saat ini belum ada vaksin Covid-19, dan cara pencegahan yang paling utama adalah kedisiplinan menerapkan prokes,” bebernya.

Masih menurut Neni, dari 50 pemuda yang terjaring tersebut, 31 diberikan sanksi teguran lisan. Kemudian 19 orang diberi teguran tertulis karena tidak memakai masker.

“Dan semuanya diwajibkan mengikuti rapid test,” ungkapnya.

Neni menambahkan, pihaknya bakal terus melakukan edukasi dan sosialisasi yang dikemas dalam Operasi Yustisi ini. Ia juga meminta kepada semua masyarakat agar menjadi polisi bag dirinya masing-masing. Harapannya, laju penularan Covid-19 bisa ditekan dan semua bisa berjalan normal meskipun dengan menerapkan prokes yang ketat. (yp)

News Feed