oleh

Tergelincir, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Banyuwangi, (afederasi.com) – Dedi warga Kecamatan Kalibaru tewas di jalan raya Jember, Gumitir, Kalibaru, Banyuwang, Senin (27/7/2020). Pengendara motor Supra X P-5240-FU itu tergelincir dan terlindas ban truk.

Kanit Lantas Polsek Kalibaru, Iptu. Nanang Wardana, mengatakan kecelakaan itu berawal saat Dedihendak mendahului truk fuso E-9235-C yang dikemudikan oleh Bibit Wiyono, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.

“Kedua kendaraan dari arah yang sama, menuju Kabupaten Jember, sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi, sedangkan truk berjalan dengan kecepatan sedang dari arah timur menuju ke barat,” jelasnya.

Saat hendak mendahului, masih menurut Nanang Wardana, truk fuso tanpa muatan di tikungan, tiba-tiba saja ban depan sepeda motor tergelincir akibat jalan licin, sehingga pengendara motor terjatuh tepat dibawa truk.

“Sepeda motor dan pengendaranya langsung terlindas truk,” terangnya.

Dijelaskan pula oleh Nanang, sapaan Kanit lantas Polsek Kalibaru, jika korban saat itu terluka parah pada bagian tubuhnya karena terlindas truk, dan ketika di bawa menuju Rumah Sakit Bakti Husada Krikilan, Kecamatan Glenmore, Korban masih hidup, karena luka yang dialami terlalu parah korban akhirnya meninggal dunia.

Baca Juga  Mantan Ketua KPU Terlibat Kecelakaan, Satu Korban Dilaporkan Meninggal Dunia

“Tulang pinggulnya luka dan keluar darah di sekitar alat kelamin,” tambahnya.

Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, barang bukti berupa truk fuso dan sepeda motor supraX milik korban kecelakaan telah diamankan di Polsek Kalibaru.

“Semua surat-surat kedua kendaraan beserta sopir truk juga sudah di Polsek,” pungkasnya.

Rem Truk Blong, Sruduk Pedagang Kaki Lima

Sementar itu, diduga rem blong truk AD 1539 DN mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Jember, Desa Banculuk, Kecamatan Cluring. Akibat kecelakaan itu, satu lapak milik pedagang kaki lima yang ada di bahu jalan menjadi sasaran truk tersebut.

Sopir truk, Muhammad Setiawan (30) warga Kabupaten Cirebon Jawa Barat mengatakan kecelakaan tunggal itu akibat rem truknya mengalami blong. Saat melintas di jalan itu tiba-tiba laju truk tidak dapat dikendalikan dan sopir langsung membanting stir.

“Untuk menghindari kecelakaan terpaksa stir saya banting ke kiri dan menabrak lapak pedagang,” katanya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kerugian materil diperkirakan Rp 5 juta akibat lapak pedagang disasak truk tersebut. Ia menyebut truk muatan batu alam itu bertolak dari Kabupaten Cirebon dan hendak menuju Pulau Bali.

Baca Juga  Mini Bus Terguling, Lima Orang Dilarikan ke RSUD dr Iskak

“Saya sadar dan tidak mengatuk saat menyetir. Kecelakaan itu akibat dari rem blong,” ungkapnya.

Sementara, Widiyanti (50) warga Dusun Krajan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring menjelaskan akibat lapaknya ditabrak truk ia mengalami kerugian yang cukup besar. Ia berharap dampak dari kecelakaan tunggal itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan, sebab lapak itu merupakan satu-satunya tempat mencari nafkah.

“Saya tidak bisa berjualan lagi karena lapak saya rusak,” terangnya.

Kapolsek Cluring AKP Bejo Madrias menyebut kedua belah pihak sudah sepakat untuk menyelesaikan masalah itu dengan damai. Sopir truk mau mengganti biaya perbaikan lapak.

“Masalah itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak ada masalah. Selain itu sopir truk juga mau bertanggung jawab,” tutupnya. (ron/am)

News Feed