oleh

Temukan Pekerja Dibawah Umur, Satpol PP Segel Room Warkop Karaoke

Salah satu warkop karaoke di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur disegel oleh Petugas Satpol PP setempat, lantaran melanggar peraturan daerah (perda).

Tulungagung, (Afederasi.com) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tulungagung, Jawa Timur melakukan penyegelan terhadap warung kopi (warkop) dan karaoke Idaman yang terletak di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, Selasa (10/09/2019).

Penyegelan dilakukan itu merupakan tindak lanjut, seusai diketemukannya adanya pemandu lagu dibawah umur yang dipekerjakan di warkop itu. Serta adanya pelanggaran peraturan daerah (perda).

“Kita lakukan penyegelan terhadap warkop karaoke ini. Karena belum memiliki ijin, diduga menyalahi Perda No 6 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan,” tegas Kasatpol PP Johanes Bagus Kuncoro melalui Kasi Informasi dan Publik Anindya Putra, Selasa (10/09/2019).

Anindya menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap pemilik warkop/karaoke yakni Markini (63) warga setempat. Dari hasil pemeriksaan, jika Markini tidak bisa menunjukkan surat ijin karaoke di warkopnya. Atas dasar inilah, satpol pp melakukan penyegelan.

“Namun penyegelan ini hanya untuk room karaoke nya saja. Sedangkan warkopnya masih boleh beroperasi,” katanya.

Baca Juga  Puluhan Pelajar Dijaring Satpol PP, Gara – Gara Ini

Masih menurut Andindya, segel tersebut baru bisa dibuka jika pemilik kafe/karaoke bersedia mengurus ijin di Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP). Sebab, sebelum mendapatkan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), pemilik harus mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan ijin gangguan (HO).

“Ketika kami mendapatkan konfirmasi dari pihak DPM-PTSP jika Ibu Markini sudah mengurus ijin, maka segel tersebut akan kami buka,” ungkapnya.

Anindya menegaskan, pelepasan segel tersebut hanya bisa dilakukan oleh pemasang segel dalam hal ini Satpol PP. Dan apabila dikemudian hari segel dibuka atau dicabut orang lain, maka orang yang merusak segel bisa dijerat pidana.

“Hal ini juga kami sampaikan. Jangan sampai segel dibuka oleh yang bukan berwenang,” tegasnya.

Disinggung bagaimanakah progres temuan kasus pemandu lagu dibawah umur, kata Anindya, jika hal tersebut sepenuhnya telah dilimpahkan kepada Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Menurutnya setelah pihaknya berkoordinasi dengan LPAI dan Dinsos KB-PPA, akhirnya DR, yang merupakan pemandu lagu yang masih dibawah umur tersebut diserahkan kepada orang tuanya di Kecamatan Poncokusuma, Kabupaten Malang.

Baca Juga  Satpol PP Banyuwangi Tutup Cafe dan Rumah Makan, ini Sebabnya

“Jika ingin melanjutkan kasus ini ke ranah kepolisian syaratnya orang tua DR lah yang harus membuat laporan ke polisi,” pungkasnya. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed