oleh

Temukan 212 Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19, Tulungagung urutan Empat se-Jatim

Tulungagung, (afederasi.com) – Kabupaten Tulungagung kini berada di urutan nomor 4 se-Jawa Timur, setelah bertambah 37 pasien terkonfirmasi positif coronavirus disease 2019 (Covid-19), sehingga jumlah kumulatif sebanyak 212 temuan kasus pasien hingga 17 Juni.

Bahkan melonjaknya kasus konfirmasi positif tidak diimbangi dengan angka kesembuhan yang signifikan, yang membuat prosentase kesembuhan di Tulungagung kembali merosot. Setelah sebelumnya angka prosentase kesembuhan berada pada angka 41 persen, kini semakin turun pada angka 27 persen.

Berdasarkan data resmi dari website covid-19 Provinsi Jawa Timur (Jatim) angka persebaran kasus Covid-19 di Tulungagung meningkat dari yang semula 175 menjadi 212 kasus per 17 Juni 2020. Dengan rincian, pasien yang dirawat sebanyak 153, pasien sembuh 57 orang dan konfirm meninggal 2 orang.

Sedangkan peringkat pertama Kota Surabaya dengan jumlah temuan kasus sebanyak 4.262 kasus positif, 1.376 sembuh, dan 333 meninggal. Disusul diurutan kedua Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.057 temuan kasus, 158 sembuh dan 86 meninggal dunia, kemudian urutan ketiga Kabupaten Gresik dengan jumlah 385 kasus, 55 pasien sembuh dan 37 pasien meninggal dunia.

Baca Juga  Pemkot Bagikan Bantuan 9 Ventilator

Dikonfirmasi mengenai penambahan kasus pasien positif, Wakil Juru Bicara (jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Galih Nusantoro mengatakan hingga saat ini tim gugus tugas sedang gencar melakukan penelusuran dan tracing kepada orang-orang yang memiliki kontak dengan pasien confirm Covid-19.

“Kami masih terus melakukan penelusuran atau tracing kontak pasien-pasien ini,”jelasnya.

Seperti diketahui, lonjakan kasus Covid-19 di Tulungagung dilatarbelakangi berbagai faktor. Salah satunya perubahan pola penularan kasus Covid-19. Dari yang semula pola klastering, kini berubah menjadi propagated atau pola penularan dari orang ke orang yang terus merambah dari kelompok tertular pertama. Sehingga petugas sedikit kesulitan untuk menentukan zero point penularan pasien.

Untuk itu, Galih mengimbau agar masyarakat untuk tetap mematuhui protokol Kesehatan dan pencegahan Covid-19. Antara lain dengan menerapkan physical dan social distancing, menggunakan masker ketika bepergian keluar rumah, dan terpenting meneapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Rajin cuci tangan, makan makanan bergizi, menggunakan masker, dan terpenting menjaga jarak dan menghindari kerumunan massa. Ini sebaiknya benar-benar diterapkan mengingat kasus Covid-19 masih cukup banyak,” pungkasnya. (an)

News Feed