oleh

Tak Terima Diberhentikan Kerja, Pria ini Acungkan Parang ke Mantan Bosnya

Surabaya, (afederasi.com) – Tak terima diberhentikan bekerja, seorang pria berinisial ZA alias Inul (24) warga Desa Gangsean Timur, Kecamatan Kedundung Kabupaten Sampang ini harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pemuda yang tinggal di Jalan Tambak Mayor Baru Surabaya ini mengancam mantan bosnya yakni France Franklyn (45) dengan mangacungkan sebuah parang.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa parang sepanjang 40 sentimeter. Kini kasus tersebut tengah ditangani Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolsek,” tegas Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal Iptu Hadi Ismanto Selasa (30/6/2020).

Hadi menjelaskan, kronologi pengancaman dengan sejata parang itu bermula sewaktu tersangka masuk kerumah korban pada Senin malam. Ketika itu, tersangka ditemui oleh anak korban di ruang tamu.

“Tersangka ini mengatakan ingin bertemu dengan korban,” katanya.

Oleh anak korban lanjut Hadi, tersangka diberitahu jika ayahnya berada di lantai dua. Beberapa saat kemudian, korban ini akhirnya turun ke lantai satu.

“Saat korban turun tiba-tiba tersangka mengeluarkan parang yang di selipkan di pinggang sebelah kirim,” imbuhnya.

Baca Juga  Terpapar Covid-19 disertai Komorbid, Perawat RS Unair Meninggal Dunia

Kemudian, parang tersebut diacungka kepada korban sambil berkata ‘kamu saya bunuh pak’. Mengetahui itu, praktis korban berlari ke dapur dan menutup pintu sambil teriak maling.

“Karena diteriaki maling, tersangka langsung berlari keluar rumah, tetapi ia dikejar oleh menantu korban beserta warga dan berhasil ditangkap,” katanya.

Masih menurut Hadi, pada saat berlari tersangka sempat membuang parangnya ke atap rumah warga. Beruntung saat itu ada petugas yang segera mendatangi lokasi. Sehingga korban terhindar dari amukan warga.

“Dari hasil interogasi, tersangka mengaku melakukan perbuatan itu hanya untuk menakuti korban,” ujarnya.

Alasannya, karena tersangka tidak terima diberhentikan dari pekerjaannya oleh korban yang juga mantan bosnya.

Hadi menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih berupaya untuk melengkapi berkas perkara tersangka untuk pelimpahan ke kejaksaan. (al/yp)

News Feed