oleh

Tak Bermasker, Puluhan Pemuda Disanksi Push Up

Tulungagung, (afederasi) – Puluhan pemuda yang tengah nongkrong di warung kopi (warkop) diberikan sanksi push up pada Kamis (20/8/2020) malam. Pasalnya, mereka kedapatan tak menaati protokol kesehatan yakni tidak mengenakan masker.

Tak hanya itu, 10 pemuda juga terpaksa diamankan ke Mapolres lantaran melanggar jam malam.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neny Sasongko mengatakan, patroli gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, Satpol PP, dan Dinkes ini dilaksanakan setiap malam untuk menegakkan Instruksi Bupati No 2 Tahun 2020 tentang pembatasan kegiatan malam dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Menurutnya bagi pelanggar jam malam atau yang melanggar protokol kesehatan akan diberikan sanksi.

“Mohon dipahami, jadi upaya ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” terangnya.

Neny melanjutkan, pihaknya tidak memungkiri masih ada warga yang kurang disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Namun disisi lain, Covid-19 ini masih ada. Artinya, jika protokol kesehatan tidak diterapkan tidak menutup kemungkinan tren yang sudah baik di Tulungagung ini akan menurun.

Baca Juga  Tunggu Pencairan BLT, Kakek Ini Hembuskan Nafas Terakhir

“Sasaran kegiatan ini adalah obyek vital, serta titik-titik yang kerap dijadikan berkumpul oleh pemuda seperti warkop dan sebagainya,” jelasnya.

Hasilnya, di darkop angkringan Pagupon masuk Jalam I Gusti Ngurah Rai ditemukan 5 pengunjung yang tidak memakai masker, warkop angkringan Jepun masuk Jalan Mayor Sujadi ada 8 pengunjung, warkop angkringan Etan Jepun 9 pengunjung, angkringan 579 masuk Desa Plosokandang ada 16 pengunjung, angkringan Respati 6 pengunjung, angkringan Bok Brombong 5 pengunjung, dan angkringan Pohon Mangga masuk Desa Ringinpitu 2 pengunjung.

“Mereka semua langsung diberikan sanksi push up lalu diberikan pemahaman agar mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Masih menurut Neny, selanjutnya bagi 10 orang masyarakat diamankan untuk dilakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan karena melanggar jam malam. Selanjutnya, mereka diserahkan kepada Satpol PP guna diberikan sanksi sesuai dengan Instruksi Bupati Tulungagung tentang pembatasan aktifitas jam malam.

“Kedepan, kami berharap tidak ada lagi warga yang terjaring razia jam malam. Semoga aturan ini bisa dipahami masyarakat,” pungkasnya. (yp)

News Feed