oleh

Suherminto Tagih Komitmen Bantu Dana Talangan Pemenangan Pilkada

Tulungagung, (afederasi.com) – Anggota DPRD Tulungagung, Suherminto meminta kepada Bupati Tulungagung Maryoto Birowo untuk segera bisa mencarikan solusi terkait pinjaman ke pihak Bank dan Koperasi. Dimana, dana tersebut digunakan sebagai dana pemenangan pasangan Syahri Mulyo – Maryoto Birowo (Sahto) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) periode 2018-2023.

Dalam pemenangan pasangan Sahto, dana yang dikeluarkan sekitar Rp6,1 miliar. Dimana, anggaran sebesar Rp1,4 miliar itu berasal dari pinjaman pada Bank dan Koperasi, yang setiap bulannya berbunga.

Anggota DPRD Tulungagung, Suherminto mengatakan sebelumnya Bupati Maryoto meminta tolong untuk mencarikan sejumlah uang, yang digunakan sebagai modal dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) periode 2018-2023 di Tulungagung.

Namun, ketika itu Suherminto mengatakan kepada Maryoto jika dirinya tidak mempunyai uang sebesar yang diminta oleh Maryoto. “Sudahlah carikan pinjaman, nanti kalau saya sudah jadi-kan (jadi bupati-red) mudah untuk mengembalikannya,” ungkap Suherminto menirukan ucapan Maryoto ketika meminta tolong kepada dirinya.

Karena merasa teman serta sama – sama menjadi anggota PDI Perjuangan. Maka Suherminto berusaha mencarikan anggaran yang diminta oleh Maryoto. Didapatkanlah anggaran tersebut dengan total Rp1,4 miliar. Yang mana uang tersebut bersumber dari Bank Jatim dan koperasi swasta.

Baca Juga  PCNU Lomteng; Pembakaran Bendera PDIP Bisa Picu Konflik Anak Bangsa

“Saya pinjam ke Bank Jatim sebesar Rp1 miliar, sedangkan Rp430 juta itu dari koperasi. Dan uang dari koperasi di Jepun itu juga diantarkan kerumah saya dengan disaksikan oleh sejumlah anggota PDI Perjuangan lainnya,” jelasnya.

Masih menurut Suherminto, yang namanya pinjaman pada suatu bank maupun koperasi itukan selalu berbunga. Dan selama ini dirinya yang membayar bunga pinjaman tersebut sebesar Rp21 juta perbulan.

“Bunga pinjaman itu saya sendiri yang membayar, sebesar Rp21.875.000 per bulan selama 2 tahun lebih. Ya maksud saya itu, Pak Maryoto untuk lebih mengertilah, karena saya sudah habis – habisan seperti ini,” katanya.

Dan ketika dirinya bersilahturohmi ke pendopo maupun di kediaman Maryoto, selalu saja tidak bisa bertemu dengan Maryoto. Kata Suherminto, sebenarnya kedatangannya guna meminta kejelasan terkait dana pinjaman ini.

“Saya main ke pendopo kok serasa diombang – ambingkan, hingga empat kali gak pernah ketemu. Semisal bisa ketemu, maksud saya supaya bisa membantu. Sebab, pinjaman dulu itu yang nyuruh beliaunya (Maryoto-red),” katanya.

Baca Juga  Ini Penjelasan Ketua DPC PDI Perjuangan, Terkait Aksi dari SH di Pendopo

Dikonfirmasi secara terpisah Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo mengatakan ceritanya panjang soal uang yang disinggung Suharminto dan itupun masuk ranah pribadi.

“Kalau “fresh money” saya juga tidak pernah terima. Saat dia kesulitan, saya pun sudah pernah membantunya,” ungkap Maryoto.

Lebih lanjut, Maryoto mengaku tidak pernah berutang sedemikian besar. Maka dari itu dia memilih untuk diam. Namun, dia mengaku selalu siap jika diajak bicara.

“Saya bingung, saya tidak pernah utang segunung nilainya. Sehingga saya diam saja,” katanya.

Maryoto mengaku heran, jika ada yang kesulitan menemuinya. Sebab dirinya selalu ada di pendopo dan bisa diajak bicara. Namun, Suharminto tidak mau ke pendopo dengan alasan banyak orang.

“Dia tidak mau ke sini (pendopo-res) karena ada orang, kan susah saya. Di sini selalu banyak orang,” kata Maryoto.

Ketika disinggung apakah sudah berkomunikasi dengan Suherminto, pasca kejadian, Maryoto mengaku belum ada komunikasi dengan Suharminto, pascakejadian di pendopo. Dia juga memikirkan perdamaian dengan Suharminto. (an)

News Feed