oleh

SPSI Jatim : Demo Ricuh Karena Disusupi Anak-Anak dan Remaja

Surabaya, (afederasi.com) – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur menyebutkan bahwa demo yang berlangsung di Surabaya telah disusupi oknum anak-anak hingga remaja yang tak bertanggung jawab.

Ketua SPSI Jatim Ahmad Fauzi mengatakan, akibat kericuhan tersebut polisi mengamankan 505 orang. Mereka diduga merusak sejumlah fasilitas umum (Fasum) hingga melawan petugas saat demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja. Pihak Kepolisian menyebut ratusan orang yang diamankan bukan dari elemen buruh, namun banyak ditemui anak-anak hingga remaja.

“Para remaja tersebut membuat suasana demontrasi menjadi rusuh hingga ada buruh yang menjadi korban lemparan batu,” katanya, Jumat (9/10/2020).

Ahmad Fauzi melanjutkan, pihaknya juga menyesalkan atas peristiwa tersebut. Terlebih yang diamankan dari lapangan adalah anak-anak yang berusia 15 tahun, 9 tahun.

“Mereka di luar dugaan kita, menyusup, memprovokasi kegiatan pekerja, kegiatan para buruh, dengan membawa batu, membawa pentungan dan lain-lain,” keluhnya.

Untuk mencegah hal yang tak diinginkan kedepannya, Ahmad meminta polisi mengusut hal ini dengan tuntas. Dirinya juga mengungkapkan ada sejumlah buruh yang ikut berdemo menjadi korban lemparan batu.

Baca Juga  Tiga Prioritas Kerja Pemerintah Hadapi Tantangan Pandemi Covid-19

“Maka kami meminta kepada bapak kapolda, kepada jajaran keamanan di Jawa Timur untuk memproses pelaku tersebut secara hukum yang berlaku, karena ada anggota kami di Gresik, yang kena pentungan, kena lemparan batu mereka,” ujarnya

Di kesempatan yang sama, Ahmad juga berterima kasih atas penjagaan yang telah diberikan petugas polisi, sehingga demonstrasi yang murni diikuti buruh di Kantor Gubernur berjalan kondusif.

“Untuk itu, peristiwa yang sangat langka di Indonesia ini, seluruh pekerja di Jawa Timur memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada aparat keamanan yang luar biasa mengamankan jalannya unjuk rasa pada hari ini. Inovasi dan fasilitas yang terbaik diberikan oleh Polda Jawa Timur untuk amannya masyarakat pekerja dalam menyuarakan demonstrasi pada hari ini,” kata Ahmad

Sementara itu, pihak Pemkot Surabaya sendiri juga ijut menyayangkan pendemo UU Cipta Kerja didominasi oleh remaja atau pelajar. Tak hanya datang dari Surabaya, pendemo juga berdatangan dari luar Kota Surabaya, terlebih saat mereka demo menghujani batu dan botol hingga terjadi ricuh dengan aparat kepolisian.

Baca Juga  Pandemi Corona, Anggaran Kesehatan SPM Sudah Habis

“Pemkot juga menyayangkan aksi yang dilakukan anak-anak. Karena harusnya mereka masih mengenyam bangku sekolah,” kata Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara.

Saat ditanya isi dari UU Cipta Kerja Omnibus Law pun, jelas dia, tidak ada yang tahu. Apalagi tidak diketahui motif yang mendasari mereka melakukan demo tanpa orasi tersebut.

“Mereka tidak tahu saat ditanya apa isi UU Cipta Kerja. Ya semoga ke depan tidak terjadi lagi,” papar Febri.

Pihaknya bersama Satpol PP, Linmas, DKRTH, TNI dan Polri telah melakukan antisipasi untuk menjaga Kota Surabaya dari amukan massa. Namun dirinya memang tidak bisa memprediksi dan menghindari provokator dalam unjuk rasa.

“Tapi karena massa yang cenderung banyak sekali dan mohon maaf kalau ada provokasi-provokasi ini yang tidak bisa dihindari. Kami titip pesan saja kalau seandainya ingin melaksanakan aksi unjuk rasa bisa dilakukan dengan cara yang terkontrol, tidak emosi. Karena mau tidak mau apa yang sudah dibangun pemerintah kota ini juga uangnya dari rakyat. Bukan masalah besar kecilnya kerugian, tapi dampak sosialnya ini harus diperhitungkan,” jelasnya.

Baca Juga  Imigrasi Periksa WNA yang Ngamuk di Pusat Kuliner, Ini Hasilnya

Dampak sosial lainnya yakni ketika kondisi daerah itu dianggap tidak aman, justru bisa mempengaruhi roda perekonomian. Sebab orang akan berfikir dua kali bahkan tidak mau datang ke Surabaya.

“Ini berpengaruh juga nanti. Kekondusifan daerah itu sangat penting, apa lagi Surabaya tidak memiliki sumber daya alam. Surabaya ini kota perdagangan jasa, terutama roda perekonomjan jual beli itu kan sangat diperlukan, penting untuk rakyat bisa sejahtera. Ekonomi bisa jalan ketika kondisi daerah aman,” pungkas. (dwd/yp)

News Feed