oleh

Sosok Polisi Tangguh, Rela Ditentang Keluarga Demi Menjadi Petugas Pemulasaran Jenazah Covid-19

Lamongan, (afederasi.com) – Sosok Bripka Nanang Sumantri, anggota Polres Lamongan ini sangat menginspiratif. Betapa tidak, polisi tangguh tersebut rela mewakafkan dirinya menjadi bagian dari petugas pemulasaran jenazah Covid-19. Padahal, awalnya sempat ditentang oleh pihak keluarga, namun dengan dedikasinya, sejauh ini ia sudah membantu memakamkan 116 jenazah Covid-19.

“Pekerjaan ini memang penuh dengan resiko, tetapi hal itu tak menyurutkan saya untuk tetap menunaikan tugas sebagai pelayan dan pengayom masyarakat,” kata Bripka Nanang Sumantri.

Pria yang akrab dipanggil Uman tersebut mengungkapkan, momen awal yang mengetuk hatinya untuk turut menjadi bagian petugas pemulasaran jenazah Covid-19 yakni ketika ada pasien Covid-19 dari Desa Sungelebak yang meninggal dunia. Ketika itu, dirinya hanya melihat lima petugas dari RS Muhammadiyah yang mengangkat jenazah. Sedangkan warga sekitar tidak ada yang berani membantu.

“Melihat kejadian itu saya langsung terpanggil untuk membantunya. Saya berfikir, jika saat itu saya tidak membantu lalu siapa lagi,” ungkapnya.

Berawal dari itulah lanjut Uman, ia semakin aktif terjun untuk membantu proses pemakaman jenazah Covid-19. Bahkan hampir merata diseluruh wilayah Lamongan, selain ia juga bertugas sebagai Satgas Deteksi (memantau/mengetahui situasi, gejolak hingga kebutuhan) wilayah di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga  Jelang Idul Adha , Penyembelihan Hewan Kurban Harus Terapkan Protokol Kesehatan

“Kian hari saya mulai terbiasa saat memegang cangkul dengan memakai APD lengkap. Apalagi dalam SOP kesehatan, jenazah Covid-19 harus dimakamkan maksimal 4 jam,” ujarnya.

Bripka Uman mengaku, jika hal ini juga sudah mendapat dukungan dari Kapolres Lamongan AKBP Harun. Menurutnya, yang bersangkutan sangat mendukung namun selalu mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Rasa keberatan justru muncul dari keluarga saya, mereka mengkhawatirkan keselaman saya, dan itu hal yang wajar,” terangnya.

Namun seiring dengan berjalanna waktu, pihak keluarga seperti istri dan anak sudah bisa memahami. Karena sesungguhnya apa yang dilakukan ini ikhlas untuk ibadah.

“Mereka (keluarga-red) saya yakinkan, bahwa hidup mati urusan Allah, yang penting saya tetap berhati-hati dan menggunakan APD lengkap, dan sesuai dengan SOP,” jelasnya.

Masih menurut Uman, sejak Covid-19 mewabah di Lamongan, ia mengaku bersama rekan-rekannya sudah membantu memakamkan 116 jenazah Covid-19. Meski banyak kesulitan yang dihadapinya, namun dapat terobati dengan diberikannya penghargaan “Promoter Reward” dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkari) sebagai anggota yang memiliki dedikasi dan loyalitas tinggi yang aktif mencegah dan melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19 yang diserahkan di Mapolda Jawa Timur pada Selasa  (4/8/2020).  (ra/yp)

News Feed