oleh

Simpan dan Edarkan Upal, Warga Sukobendu Diringkus

Lamongan, (afederasi.com) – Sorang pria paruh baya berinisial OA (52) asal Desa Sukobendu Kecamatan Mantup diringkus Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan. Pasalnya, ia diduga sebagai pengedar uang palsu (upal) di wilayah Lamongan.

“Saat ini tersangka sudah diamankan di Mapolsres Lamongan,” tegas Kapolres Lamongan AKBP Harun.

Harun mengungkapkan, terungkapnya kasus tersebut bermula dari informasi adanya peredaran upal di wilayah Lamongan tepatnya di Kelurahan Made. Setelah dilakukan serangkaian tindakan penyelidikan akhirnya mengarah kepada nama tersangka. 

“Tersangka kami ringkus di tempat di rumah kos di Jalan Made Dadi No. 5 Kecamatan Lamongan,” ungkapnya.

Masih kata Harun, ternyata benar bahwa tersangka telah menyimpan, mengedarkan atau membelanjakan uang rupiah palsu tersebut. Saat dilakukan penggeledahan di dalam rumah kos, pihaknya menemukan uang rupiah diduga palsu senilai Rp 9 juta dan uang asli sebesar Rp 141 ribu sisa dari belanja rupiah palsu tersebut.

“Rincian upal tersebut terdiri dari, sembilan puluh lembar upal pecahan Rp 100 ribu, kemudian uang asli dari uang sisa hasil belanja yang rupiah palsu senilai Rp 141 ribu terdiri dari rupiah asli meliputi dua lembar uang pecahan Rp 50 ribu, satu lembar uang pecahan Rp 20 ribu, satu lembar uang pecahan Rp 10 ribu, satu lembar uang asli pecahan Rp 5 ribu, tiga lembar uang asli pecahan Rp 2 ribu,” bebernya.

Baca Juga  Tenggelam di Sungai Song, Dua Anak Ditemukan Tewas

Selain itu lanjut Harun, kami juga mengamankan barang buktinya berupa sebuah buku tabungan Simpedes BRI dengan nomor rekening 629301008508534 milik tersangka.

Dihadapan petugas, tersangka mengaku mendapatkan uang palsu tersebut sebanyak Rp 10 juta dalam bentuk pecahan Rp 100 ribu dari temannya berinisial S warga asal Kecamatan Puri, Mojokerto. Transaksi dilakukan di alon-alon Lamongan.

“Kemudian oleh tersangka disimpan dirumah kosnya dan menggunakan sebagian uang Rupiah palsu tersebut sebesar Rp 1 Juta untuk keperluan sehari-hari seperti makan dan lain-lain sehingga mendapatkan uang sisa kembalian berupa uang asli sebesar Rp 141 ribu,” jelasnya.

Harun menambahkan, atas perbuatannya tersangka terancam pasal 36 ayat (2) dan ayat (3) jo 26 Ayat (2) dan ayat (3) UURI No 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Yang menyebutkan setiap orang yang menyimpan secara fisik dengan cara apapun yang diketahuinya merupakan rupiah palsu dan setiap orang yang mengedarkan dan/atau membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu.

“Tersangka terancam hukuman selama 15 (lima belas) tahun penjara,” tegas Harun saat rilis di ruang Satreskrim Polres Lamongan. (ra/yp)

News Feed