oleh

Serapan Beras Bulog Naik 116 Persen

Tulungagung, (afederasi.com) – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Tulungagung menyampaikan bahwa hasil serapan beras petani sejauh ini telah melebihi dari yang ditargetkan. Sampai awal Oktober, kenaikan target serapan mencapai 116 persen.

“Awal target kami sebesar 12.249 ton, dan saat ini sudah terealisasi sampai 14.121 ton beras,” kata Pimpinan Perum Bulog Sub Divre Tulungagung Junaidi kepada afederasi.com, Kamis (8/10/2020).

Junaidi melanjutkan, target serapan tersebut berdasarkan potensi serapan dan kebutuhan penyaluran. Artinya, kebutuhan beras berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

“Bulog ini sifatnya nasional, jadi bisa disalurkan antar wilayah,” katanya.

Junaedi melanjutkan, untuk pulau Jawa sendiri merupakan daerah produsen, bahkan menjadi penyuplai di daerah-daerah yang defisit, seperti, Papua, dan NTT.

“Jadi beras yang tersedia ini tetap dipakai, secara nasional juga harus ada pemerataan stok,” imbuhnya.

Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya lanjut Junaedi, pihaknya selalu berhasil memenuhi target yang ditentukan. Pasalnya, kondisi wilayah Tulungagung memang cocok untuk iklim pertanian dan konsumsi pasar yang relatif stabil.

Baca Juga  Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak, Pemkot Kota Pahlawan Terbitkan Perwali No 45 Tahun 2020

Pria yang baru menjabat selama dua bulan tersebut menambahkan, untuk harga beras kualitas medium di Perum Bulog dipatok dengan harga Rp 8.300. Beras medium yakni kadar air 14 maksimal, butir patahnya 20 persen paling tinggi, kadar menir 2 persen paling tinggi, dan derajat sosoh minimal 95 persen.

“Kalau puncak panen, produksi naik harga turun, disitu Bulog menyerap jangan sampai di bawah harga HPP (harga pembelian pemerintah),” pungkasnya. (is/yp)

News Feed