oleh

Sempat Sembunyi 8 Bulan, Penggergaji Kayu Diringkus Polisi

AH ketika diamankan di Mapolres Tulungagung, Jawa Timur guna menjalani pemeriksaan (istimewa)

Tulungagung, (Afederasi.com) – AH alias Tholo (35) warga Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung yang sempat bersembunyi selama 8 bulan akhirnya berhasil diringkus anggota buru sergap (buser) Polres Tulungagung pada Selasa (17/09/2019) siang di area ruko masuk Desa Gragalan Kecamatan Sumbergempol.

Pria yang bekerja sebagai penggergaji kayu tersebut diduga melakukan pencurian uang dan ponsel di rumah Susiatin (38) warga Desa Joho Kecamatan Kalidawir pada pertengahan Januari yang lalu. Akibatnya, korban mengalami kerugian sekitar Rp 5.1 juta.

“Saat ini tersangka beserta barang bukti berupa sebuah ponsel merk Oppo A3s telah diamankan di Mapolres,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui PS Paur Humas Bripka Endro Purnomo.

Dijelaskan Endro, terungkapnya kasus tersebut bermula dari laporan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tulungagung pada pertengahan Januari yang lalu. Menurutnya, ponsel merk Oppo A3s dan dompet yang berisikan uang sebesar Rp 500 ribu yang diletakkan di atas meja di dalam rumahnya telah hilang.

Baca Juga  Hari ke Enam di Awal Tahun 2020, Polisi Sudah Bekuk 10 Pelaku Kriminal

“Jadi sebelum tidur, barang-barang tersebut diletakkan diatas meja. Keesokan harinya saat korban terbangun ponsel dan dompet sudah tidak ada ditempatnya,” katanya.

Endro melanjutkan, saat itu korban yakin jika ada seseorang yang telah mencuri barang tersebut. Pasalnya, disekitar lokasi ada jejak telapak kaki.
“Setelah itu korban melaporkannya ke polisi,” imbuhnya.

Berbekal laporan tersebut lanjut Endro, petugas langsung melakukan penyelidikan dan olah TKP. Beberapa saksi pun juga sudah diminta keterangannya. Petugas sempat mencurigai seseorang, namun saat itu yang bersangkutan keberadaannya selalu berpindah-pindah.

“Hampir sembilan bulan petugas terus memantaunya, dan baru kemarin ada informasi jika yang bersangkutan ada di daerah Desa Gragalan,” terangnya.

Tak mau kecolongan, petugas langsung mendatangi lokasi dan benar adanya. Saat tersangka sedang duduk-duduk bersama teman-temannya petugas langsung menangkapnya.

“Awalnya ia mengelak, karena barang bukti ponsel masih dibawa akhirnya ia mengakuinya,” jelasnya.

Masih menurut Endro, untuk keperluan pemeriksaan akhirnya tersangka digelandang ke Mapolres.

Kepada petugas, tersangka mengaku nekat mencuri ponsel dan uang tersebut karena ada kesempatan. Menurutnya, saat ia menginap di rumah temannya yang tak lain adalah tetangga korban tiba-tiba muncul inisiatif untuk melakukan pencurian.

Baca Juga  Gondol HP Di Warkop, Residivis Dicokok Polisi

“Tersangka ke rumah korban dengan cara berjalan kaki, lalu mencongkel jendela dan mengambil barang-barang tersebut,” katanya.

Setelah berhasil mencuri barang korban, tersangka sempat berpindah-pindah tempat tinggal seperti di Desa Mirigambar Kecamatan Sumbergempol, di Desa/Kecamatan Ngunut, hingga ke Kota Balikpapan.

“Yang paling lama ia tinggal di Balikpapan,” ucapnya.

Adapun uang hasil pencurian telah dihabiskan untuk kebutuhan sehari-hari. Sedangkan ponsel masih tetap digunakan hingga tersangka tertangkap.

Endro menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Pihaknya juga berupaya mengembangkan kasus tersebut untuk memastikan apakah tersangka juga pernah melakukan tindakan melawan hukum dengan TKP yang lain.

“Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed