oleh

Sempat Ditutup Seminggu, Kantor Kecamatan Kedungwaru Kembali Dibuka

Tulungagung, (afederasi.com) – Kantor Kecamatan Kedungwaru kembali dibuka setelah sempat ditutup selama satu minggu karena lima pegawainya terpapar Covid-19. Camat Kedungwaru Hari Pasetjo mengatakan, pelayanan di Kantor Kecamatan Kedungwaru sudah dmulai hari ini, Senin (19/10/2020).

“Mulai hari ini, pelayanan sudah kembali normal,” kata Camat Kedungwaru yang akrab disapa Yoyok kepada afederasi.com.

Yoyok mengakui, penutupan kantor Kecamatan Kedungwaru selama sepekan lantaran ada lima pegawainya yang terkonfirmasi Covid-19. Untuk menghindari penularan, pihaknya juga langsung melakukan penyemprotan cairan desinfektan sebanyak empat kali di dalam maupun luar ruangan.

“Jadi pelayanan yang bersifat online tetap bisa dilakukan. Sedangkan pelayanan yang harus bertatap muka, seperti pengurusan akta jual beli terpaksa ditunda,” katanya.

Meski begitu lanjut Yoyok, dihari pertama masuk kerja ini tidak terlalu banyak warga yang mengantri. Pihaknya juga mengharap masyarakat tidak perlu ragu jika hendak datang ke kantor Kecamatan Kedungwaru. Sebab, pihaknya terap memberlakukan penerapan protokol kesehatan.

“Tidak usah ragu, asalkan memakai masker, perhatikan jaga jarak, dan sering cuci tangan,” imbuhnya.

Baca Juga  Sempat Ditangkap Polisi, Para Pendemo Mulai Dipulangkan

Disinggung apakah kelima pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah masuk kantor, mantan Camat Kalidawir tersebut mengaku satu orang yang berinisial S (55) masih dirawat di RSUD dr Iskak karena memiliki penyakit penyerta. Sedangkan empat pegawai yang lain yakni F (52), E (54), J (48), dan B (54) diisolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung.

“Jadi S dan D itu memang berada dalam satu ruangan saat bekerja. Sedangkan F, J, dan B di ruang berbeda. Namun kelimanya pernah ada kontak,” ungkapnya.

Yoyok menyebut, temuan ini pertama kali diketahui ketika S ini sakit sesak nafasnya kambuh. Selanjutnya, S ini berobat di RSUD dr Iskak.

“Nah saat menjalani rawat inap, S ini dilakukan tes swab, ternyata hasilnya positif,” terangnya.

Mengetahui itu lanjut Yoyok, Gugus Tugas langsung melakukan tracing kepada seluruh pegawai dan keluarga. Hasilnya, diketahui ada empat orang yang reaktif tersebut.

“Jumlah pegawai semua ada 20, yang ditemukan positif ada 5,” tukasnya. (yp)

News Feed