oleh

Sempat Buron, Pemilik Tambang Ilegal di Desa Pojok Ditangkap

Tulungagung, (afederasi.com) – KW (45), warga Desa Pojok Kecamatan Campurdarat atau pemilik tambang ilegal setempat akhirnya berhasil ditangkap polisi di rumahnya pada Selasa (28/7/2020) petang.

Penangkapan tersebut mengakhiri pelarian orang yang telah ditetapkan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dua minggu yang lalu oleh Satreskrim Polres Tulungagung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun afederasi.com, KW berhasil ditangkap Tim Macan Agung Polres Tulungagung setelah ada informasi jika ia (KW-red) sedang berada di rumah. Setelah dicek, ternyata informasi tersebut benar.

Selanjutnya, KW langsung dibawa ke Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Tulungagung untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia kepada afederasi.com membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun pihaknya belum bisa memberikan informasi lebih lantaran yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan.

“Nanti saja ya mas, kalau siap pasti akan kita gelar konferensi pers,” ucapnya sambil meninggalkan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Seperti yang diketahui, Satreskrim Polres Tulungagung telah menetapkan KW sebagai DPO sejak dua minggu yang lali. Menurut penuturan Kasat Reskrim AKP Ardyanto Yudo Setyantono, KW tidak diketahui keberadaannya setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan dan pengelolaan tambang material ilegal.

Baca Juga  Sejumlah Perwira Polres Tulungagung Dimutasi dan Promosi Jabatan, Siapa Saja ?

Bahkan, Satreskrim sudah melakukan pemanggilan sebanyak dua kali namun ia tidak pernah hadir.

Dari kasus ini, setidaknya ada 13 truk pengankut pasir dan empat alat berat yang diamankan. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah dompet warna biru berisi dua lembar nota sumber harta kilang batu senilai Rp 1.210.000, tiga lembar catatan, sebuah amplop an Jiman, an Riau Indah, an Red Bull, an Kendal, an Udin, yang masing-masing berisi uang Rp 1 juta.

Kemudian, sebuah amplop an Nanang berisi uang Rp 900 ribu, an Papa Muda berisi Rp 200 ribu, dua buah amplop kosong an Riau Indah dan an Pak No, sebuah tas warna pink terdapat tulisan batu blacker yang berisi 29 bendel surat jalan, sebuah amplop kosong, sebuah nota dari Asa Mandiri an Karwito dengan nominal Rp 1. 485.000, dan uang tunai Rp 4,2 juta.

Selanjutnya, 7 bendel surat jalan, 7 bendel surat jalan tertanggal 8 Juni 2020, 20 amplop kosong, 3 buah buku yang berisi catatan penjualan urug dan batu. (yp)

News Feed