oleh

Selundupkan Sabu dalam Pasta Gigi, Pembesuk Tahanan Turut Dibui

Blitar, (afederasi.com) – Dua orang pembesuk tahanan Polresta Blitar ini bakal merasakan pengabnya jeruji besi. Pasalnya, keduanya ditangkap anggota Provost setempat setelah kedapatan menyelundupkan 2 paket sabu dengan cara dimasukkan ke dalam wadah pasta gigi untuk tahanan.

Kedua orang tersebut adalah FJ (28) Warga Desa Padangan Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung, dan NL Warga Desa/Kecamatan Kanigoro. Nama terakhir berjenis kelamin perempuan. Ironisnya, NL ini mengirimkan sabu atas perintah suaminya ER (34) yang ditahan di Polresta Blitar.

Kapolresta Blitar AKBP Leonard Sinambela mengatakan, kasus tersebut terungkap saat NL ini menitipkan barang yang berisi makanan dan perlengkapan mandi kepada petugas penjaga tahanan. Awalnya, petugas tidak menaruh curiga dan mengangapnya hal yang wajar.

“Namun ada salah satu anggota Provost yang curiga, kenapa pengiriman barang dititipkan pada malam hari,” terangnya.

Leonard melanjutkan, setelah barang titipan tersebut diperiksa, ternyata di dalam pasta gigi ditemukan 2 poket sabu. Pihaknya meyakini, jika barang haram tersebut akan dikonsumsi para tahanan. Tak mau kehilangan momentum, petugas langsung melakukan pengembangan.

Baca Juga  Listrik di RSUD Asembagus Padam 2 Jam

“Hasilnya NL berhasil diamankan lalu FJ menyusul,” katanya saat jumpa pers.

Masih menurut Leonard, kepada petugas NL mengaku nekat mengirimkan sabu tersebut atas perintah suaminya. Bahkan modusnya juga diajari oleh suaminya.

“Demikian halnya FJ, modusnya sama meskipun yang diselundupkan pil dobel L atau sabu-sabu,” terangnya.

Namun tujuan pengiriman dari FJ ini untuk tahanan atas nama EK alias Boncel. Setelah didalami, ternyata FJ ini sebelumnya juga pernah melakukan hal serupa, yakni mengirimkan sabu kepada HR.

“Total FJ sudah tiga kali mengirim ke para tahanan Mapolresta Blitar Kota. Pertama memakai wadah lotion dengan sabu seberat 2 gram, kedua kopi sachet dengan sabu 2 gram, dan ketiga pasta gigi berisi 3 gram sabu.

Leonard menambahkan, atas kejadian ini pihaknya menetapkan lima tersangka. Tiga orang berstatus tahanan, sedang dua lainnya ialah NL dan FJ.

Dari peristiwa tersebut, polisi menyita barang bukti berupa 14 gram sabu, 2.900 butir pil double L, satu strip pil riklona, timbangan, ponsel dan alat bong guna penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga  Chekpoin Trenggalek Bakal Dievaluasi

Leonard menambahakan, atas perbuatannya kelimanya bakal dijerat dengan Undang Undang Narkotika golongan satu yang ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara.

“Ini menjadikan kewaspadaan bagi kita semua. Artinya, peredaran narkoba tidak mengenal batas, ruang dan waktu. Ditahanan pun mereka tetap bisa bergerak, beruntung ada anggota yang waspada,” tegas jebolan Akpol 2000 tersebut. (dik)

News Feed