oleh

Selamatkan ODCB, Disbudpar Tindak Lanjuti Rekomendasi BPCB Jatim

Tulungagung, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus berupaya menyelamatkan dan mengamankan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB). Melalui Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar), pemerintah menindaklanjuti rekomendasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim).

Adapun beberapa ODCB yang dimaksud yakni arca mirip tokoh dewa di SMPN I Tulungagung, arca kala di Desa Sidorejo Kecamatan Kauman, temuan struktur bata merah kuno di Desa Sukorejo Kecamatan Karangrejo, sumur kuno di Desa Sambirobyong Kecamatan Sumbergempol, dan gundukan mirip makam di Desa Balesono Kecamatan Ngunut.

“Kami sudah melaporkan rekomendasi dari BPCB Jatim kepada pihak yang menemukan atau yang memiliki situs, baik desa maupun komunitas yang melaporkan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispudbar) Tulungagung Bambang Ermawan melalui Kasi Pelestarian Sejarah Purbakala Winarto, Senin (19/10/2020).

Winarto menjelaskan, arahan rekomendasi dari BPCB untuk kelima situs tersebut yakni arca di SMPN 1 supaya diletakkan di kelas atau diberikan cungkup oleh pihak terkait. Kemudian arca kala di Desa Sidorejo agar dirawat dan dipindahkan ke museum Wajakensis.

Baca Juga  Benda Cagar Budaya Disimpan di Gudang Triplek

“Untuk situs bata merah kuno di Desa Sukorejo supaya dilakukan penggalian dan pemindahan oleh pihak terkait,” katanya.

Masih menurut Winarto, kemudian temuan sumur tua di Desa Sambirobyong sekiranya pihak desa dapat membuat semacam museum untuk dipamerkan.

“Terakhir mengenai temuan mirip makam di Desa Balesono, BPCB merekomendasikan Disbudpar bersama arkeolog bisa segera melakukan penggalian dan penyelamatan,” imbuhnya.

Winarto mengungkapkan, pihaknya tidak menampik jika ekskavasi ini dilakukan harus menunggu persetujuan dari beberapa pihak, termasuk pihak yang punya tanah dan pihak setempat.

“Harus ada persetujuan dulu dari pemilik tanah terkait,” tutur Winarto.

Mengingat daerah Tulungagung masih banyak tempat yang menyimpan banyak situs yang masih belum diketahui, Winarto menghimbau kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada Dinas terkait ataupun pihak desa, jika menemukan benda yang itu diduga sebagai temuan situs purba.

“Sebetulnya sudah kita sosialisasikan kepada masyarakat melaui pihak desa dan komunitas agar segera melapor kalau menemukan objek diduga cagar budaya,” tandasnya. (is/yp)

News Feed