oleh

Satu Guru Terkonfirmasi Positif Covid-19, SMAN Pesanggaran Terapkan Lockdown

Banyuwangi, (afederasi.com) –  Pasca diketahui adanya salah satu guru di SMA Negeri Pesanggaran yang telah meninggal dan terkonfirmasi positif corona virus disease (Covid-19) pada Sabtu (10/10/2020) lalu. Maka, pihak sekolah menerapkan lock down selama 10 hari kedepan.

Adapun identitas guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 yakni MC (54) warga Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung.

“Penerapan Lock Down ini, dilakukan selama 10 hari. Seluruh proses belajar mengajar, juga dilakukan secara daring. Selain itu, seluruh dewan guru dan jajaran SMAN Pesanggaran juga menerapkan Work For Home (WFH),” ungkap Kepala SMAN Pesanggaran, Selamet Riyadi, Jumat, (16/10/2020).

Menurut Riyadi, seusai mendapatkan informasi adanya kabar salah satu Guru meninggal terkonfirmasi Covid-19 tersebut, proses tracing terus dilakukan dengan melakukan pemeriksaan cepat melalui rapid test terhadap seluruh dewan guru.

“Seluruh guru dan staf di rapid test, ada sekitar 60 dan hasilnya non reaktif semua,” katanya.

Selain menerapkan lock down, kata jelas, seluruh lokasi sekolah dilakukan sterilisasi. Hampir setiap dua hari sekali dilakukan penyemprotan desinfektan.

“Disterilkan semuanya, kegiatan belajar mengajar dilakukan daring,” ujarnya.

Riyadi menuturkan jika almarhum MC juga dikenal baik dan sangat ramah kepada semuanya. Disamping itu juga mobilitas almarhum cukup tinggi dan sering bertemu dengan orang lain.

“Almarhum tersebut sebagai waka kesiswaan, sehingga sangat mudah berinteraksi kepada semuanya dan termasuk warga,” terangnya.

Maka dari itu, sangat sulit mendeteksi almarhum terkonfirmasi dari mana. Bahkan, pihak medispun juga sulit melakukan tracing kepada almarhum.

“Tidak ada yang tau almarhum terkonfirmasi dari mana,” jelasnya.

Sekedar diketahui MC (54) warga Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung ini merupakan guru yang mengajar di SMAN Pesanggaran. Dia masuk ke RSUD Genteng pada Rabu (7/10/2020), kemudian pada Sabtu sore (10/10/2020) pasien dilaporkan meninggal. Pemakaman dilaksanakan sesuai protokol kesehatan Covid-19 oleh petugas dari RSUD Genteng.

“Pasien meninggal itu hasil swab positif Covid-19, kondisi saat di Rumah Sakit pasien lemas dan mengalami gejala Covid-19, seperti sesak napas, demam, dan pilek ” ujar humas RSUD Genteng, dr Sugiyo Sastro. (ron/dn)

News Feed