oleh

Satpo PP Segel Keberadaan Tower, Setelah Adanya Penolakan Warga

Banyuwangi, (afederasi.com) – Bangunan tower yang berada di Dusun Gembolo, RW 02/RT 06, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, akhirnya disegel oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyuwangi. Ini dilakukan setelah mendapat protes keras dari warga dan diduga keberadaan tower tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Sabtu (10/10/2020).

Kasi Penyidik dan Penindak Perda Satpol PP Kabupaten Banyuwangi, Ahmad Ripai mengatakan, tower tersebut belum mempunyai izin sama sekali, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) nomor 14 tahun 2011 tentang retribusi izin tertentu, maka diberikan tindakan dengan menyegel bangunan tersebut.

“Memang belum memiliki izin, penyegelan ini sampai izin dikeluarkan, pemilik sudah kami himbau secepatnya untuk mengurus perizinan pendirian tower,” katanya.

Pemilik bangunan tower, Pardi mengaku proses pendirian tower sudah sesuai aturan. Untuk masalah pemalsuan tanda tangan warga yang berada di Kalimantan, itu sudah selesai.

“Sudah kami kordinasikan dengan mereka, intinya tidak keberatan dan tidak mempermasalahkan,” ucapnya.

Terkait penolakan warga, Pardi mengaku akan mengadakan pertemuan dengan semua warga. Sehingga warga bisa memahami supaya tidak ada gesekan.

“Kami berharap warga tetap kondusif, dan memahami keadaan,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui warga Dusun Gembolo, RW 02, RT 06, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, mendatangi Kantor Desa setempat, Senin (5/10/2020) lalu, guna menolak adanya bangunan tower yang dinilai tidak melibatkan warga sekitar dan diduga adanya tanda tangan yang dipalsukan untuk pengurusan perizinan.

“Warga meminta tower tersebut untuk segera dibongkar, karena warga merasa tidak pernah diajak untuk berunding maupun dimintai izin,  yang tanda tangan untuk pengurusan ijin itu kebanyakan masih memiliki hubungan saudara,” kata Munip (60) perwakilan warga Dusun Gembolo.

Sementara itu Plt. Camat Gambiran Budhi Susanto mengaku, telah memanggil perwakilan warga untuk memediasi permasalahan mencari titik temu agar kondisi wilayah tetap kodusif. Namun sayang, upaya tersebut belum menemukan titik terang.

“Kita panggil sendiri – sediri, warga penolak tower sendiri, warga yang pro adanya tower sendiri, serta pemilik tower sudah kita hadirkan. Cari solusi terbaik untuk menjaga wilayah tetap aman,” jelasnya.

Untuk diketahui setelah adanya penyegelan tower ini, beberapa warga yang mengaku mendukung pendirian tower melakukan aksi yang sama dengan mendatangi Kantor Desa dengan alasan bahwa tower tersebut dibutuhkan karena sebelumnya dilingkungan tersebut sinyal sulit, sehingga tower ini sangat membantu warga untuk mendapatkan jaringan sinyal. (ron/dn)

News Feed