oleh

Sambil Gowes, Kapolres Berikan Sanksi Warga yang Tak Patuhi Protokol Kesehatan

Tulungagung, (afederasi.com) – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung terus mensosialisasikan program Jatim Bermasker untuk mencegah penyebaran Covid-19. Terbaru, Korps Baju Cokelat  melakukan patroli dengan bersepada (gowes) pada Senin (24/8/2020) siang.

Hasilnya, belasan warga yang tak mematuhi protokol kesehatan seperti tidak bermasker dan tidak memperhatikan physical distancing langsung diberikan sanksi menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga push up  di tempat.

Berdasarkan pantauan afederasi.com, patroli gowes tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Eva Guna Pandia dan diikuti Pejabat Utama (PJU) hingga tim Srikandi Astuti.

Mengambil start dari Mapolres, rombongan menuju ke Jalan Ahmad Yani Timur, Jalan Dr Soetomo, Jalan Yos Sudarso, Jalan Supriadi, Jalan Mayor Sujadi, Jalan MT Haryono, Jalan Letjend Soeprapto, dan kembali ke Mapolres.

Selain memberikan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan, mereka juga tampak membagi-bagikan masker, cokelat, hingga sembako kepada sejumlah warga.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengungkapkan, kegiatan ini merupakan agenda patroli rutin dalam hal pencegahan penyebaran Covid-19. Adapun sasarannya adalah warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti masker dan physical distancing.

“Untuk daerah wilayah perkotaan kepatuhan penerapan protokol kesehata sudah mencapai 95 persen,” katanya.

Baca Juga  Kader PDIP Laporkan Tiga Akun Pengujar Kebencian

Namun lanjut Pandia, dalam patroli tersebut pihaknya juga masih menemukan ada sebagian warga yang tidak memakai masker. Untuk memberikan edukasi dan efek jera, mereka langsung diberi sanksi untuk push up atau menyanyikan lagu Indonesia Raya di tempat.

“Biar berkeringat, sekaligus untuk memberikan sanksi sosial agar kedepan mereka mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Disinggung bagaimanakah implementasi penerapan Instruksi Presiden No 6 tahun 2020 di Kabupaten Tulungagung, Pandia mengungkapkan saat ini masih dalam proses pembahasan oleh tim. Namun secara garis besar, penerapannya tidak jauh berbeda dengan pengetatan penerapan protokol kesehatan yang sudah dijalankan di Tulungagung sejak awal Covid-19 mulai mewabah.

“Saya kira tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah dilakukan disini (Tulungagung-red), karena bagi pelanggar juga sudah diberikan sanksi sosial seperti membersihkan fasilitas umum dan sebagainya,” tukasnya. (yp)

News Feed