oleh

Ribuan Massa Iksass Kepung Mapolres, Tuntut Pelaku Penipuan Dibekuk

Situbondo, (afederasi.com) – Ribuan massa yang tergabung dalam Ikatan Santri dan Alumni Salafiyah Syafiiyah (Iksass), mengepung markas Polres Situbondo, Selasa (01/9/2020). Konsentrasi massa tiba di depan Mapolres sekira pukul 14.00 Wib, dengan menggunakan mobil serta ratusan kendaraan roda.

Tiba di depan Polres, Sunardi yang ditunjuk sebagai koordinator aksi sudah siap diatas kendaraan bak terbuka dengan pengeras suara, langsung melakukan orasi. Dalam orasinya, Sunardi meminta agar kepolisian segera menangkap pelaku dugaan penipuan, yang mencatut nama Kiai Azaim sebagai pengasuh Ponpes Salafiyah Syafiiyah.

“Kami datang kesini bukan atas suruhan siapa-siapa, melainkan atas panggilan hati demi membela guru kami. Kami meminta kepolisian segera menangkap pelaku penipuan tersebut,” teriak Sunardi.

Orator aksi lainnya, Zairosi juga mendesak agar penyidik bisa bekerja profesional untuk segera menangkap pelaku. Bahkan pria yang juga anggota DPRD Situbondo dari fraksi PPP mengklaim jika Kiai Asad Syamsul Arifin, yang sudah ikut memperjuangkan kemerdekaan.

“Jasa anda (Kapolres-red) belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan guru kami Kiai Asad, beliau adalah pahlawan nasional yang jasanya sudah sangat luar biasa terhadap bangsa ini. Kami harap, segera usut tuntas kasus yang meruginkan nama baik guru kaminKiai Azzaim,” teriak Zairosi.

Baca Juga  Bawa Lari Mobil Dagangan, Residivis ini ditangkap Sembilan Bulan Kemudian

Sepanjang jalannya aksi, ucapan takbir terus berkumandang. Selain menggelar aksi demonstrasi, massa juga menggelar istighosah. Beberapa puluh menit aksi digelar, Kapolres Situbondo AKBP Achmad Imam Rifai juga ikut dapan kegiatan istoghosah.

Usai istighosah, perwakilan aksi kemudian menggelar pertemuan terbatas. Hadir dalam pertemuan itu Kapolres didampingi Dandim 0823 Letkol Inf Neggy Kuntagin, Sunardi dan Zairosi sebagai perwakilan dari massa pendemo.

Dalam pertemuan, Kapolres menerima sejumlah tuntutan diantaranya diminta menetapkan kelima orang yang diinterogasi sebelumnya, untuk dijadikan tersangka. Serta segera menangkap pelaku utama yang saat ini masih buron.

Menyikapi tuntutan itu, Kapolres akhirnya memaparkan hasil penyelidikan dihadapan massa. Dirinya menyebutkan, jika pada pemeriksaan pertama, penyidik belum menemukan alat bukti yang cukup.

“Setelah diamankan dan didalami ternyata buktinya belum cukup. Sekarang kita sudah cukup alat buktinya dan kita sudah menetapkan tersangka dan menetapkan DPO atas inisial Z,” beber Kapolres dihadapan pendemo.

Usai menerima jawaban itu, massa akhirnya membubarkan diri setelah sebelumnya koordinator aksi, Sunardi mengancam untuk mengadakan aksi lebih besar, jika inisial Z tidak segera ditangkap.

Baca Juga  Diduga Lakukan Gendam Sejumlah Toko Baju, Emak Asal Kediri Ditangkap Polisi

Pengamatan dilokasi aksi, pendemo ternyata tidak hanya dari alumni Situbondo, melainkan juga datang dari sejumlah kota, diantaranya Madura, Banyuwangi, Bondowoso, bahkan dari Bali.

Aksi yang dibawah pengamanan personel polisi itu berjalan damai dan tertib, bahkan usai menggelar aksi pendemo juga diwajibkan membawa sampah yang berserakan dilokasi aksi.

Diberitakan sebelumnya, aksi itu dipicu persoalan dugaan penipuan yang dilakukan melakui akun sosial media facebook. Akun atas nama Gus Ali Mustofa ini, menggunakan foto profil facebooknya dengan pengasuh Ponpes Salafiyah Safiiyah, Kiai Azzaim Ibrahimy, dalam unggahannya akun tersebut mengaku bisa menggandakan uang.(ari/am)

News Feed