oleh

Ribuan KK di Enam Desa Mulai Kesulitan Air Bersih

Tulungagung, (afederasi.com) – Memasuki musim kemarau tahun ini, tercatat 3.537 kepala keluarga (KK) di enam desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Tulungagung, mulai mengalami kesulitan air bersih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Soeroto mengatakan musim kemarau yang terjadi ditahun ini pihaknya sudah melayani permintaan air bersih dari sejumlah desa di tiga kecamatan yang mengalami kesulitan air.

Diantaranya Kecamatan Kalidawir ada tiga desa yakni Desa Kalibatur, Banyu Urip, Karangtalun kemudian Kecamatan Tanggunggunung juga dua desa yakni Desa Pakisrejo, Tenggarejo dan Kecamatan Rejotangan hanya satu desa yakni Desa Sukorejo Wetan.

“Ada enam desa di tiga kecamatan yang saat ini sudah minta kiriman air bersih. Dari enam desa itu terdiri 3.537 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 9.821 orang,” ungkapnya.

Soeroto menjelaskan untuk masing-masing desa yang mengalami kesulitan air bersih itu mendapat jatah distribusi air bersih sebanyak dua tangki per harinya dengan kapasitas air masing – masing tangki berisi 5 ribu liter.

“Setelah mendapat laporan adanya permintaan air dari pihak desa. Kami langsung kirimkan air, sehari bisa enam tanki yang kami keluarkan,” katanya.

Masih menurut Soeroto, krisis air bersih di beberapa desa tersebut sebenarnya bukan murni karena kondisi lingkungan yang mengalami kekeringan parah. Namun, dikarenakan sumber air yang mulai menipis, juga adanya permasalahan teknis pada saluran himpunan penduduk pemakai air minum (HIPPAM) di desa tersebut.

“Selain memang ketersediaan air bawah tanah menurun, kesulitan air bersih di desa-desa ini juga dipicu oleh matinya pompa-pompa HIPAM akibat masalah teknis,” paparnya.

Soeroto menjelaskan setiap tahun daerah di Kabupaten Tulungagung yang menjadi langganan kekeringan itu ada lima kecamatan. Diantaranya Kecamatan Pucanglaban, Pagerwojo, Kalidawir, Rejotangan, serta Besuki. Sedangkan untuk potensi kekeringan diperkirakan bakal meluas, mengingat musim kering masih akan terjadi hingga akhir Oktober mendatang.

“Pada bulan Agustus ini sebenarnya sudah masuk fase kemarau, namun hujan dengan intensitas sedang masih beberapa kali terjadi. Diperkirakan puncak kekeringan terjadi pada September-Oktober,” imbuhnya. (dn)

News Feed