oleh

Ribuan Buruh Serukan Penolakan Omnibus Law

Surabaya, (afederasi.com) – Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh se-Jawa Timur memadati kantor Gubernur Jatim, Selasa (27/10/2020) siang. Jumlah massa yang mencapai 3 ribu ini untuk menyerukan penolakan terhadap Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja.

Serikat buruh ini bergerak dari titik kumpul yang berlokasi di Kebun Binatang Surabaya, Bundaran Waru dan Kawasan Industri Margomulyo pada pukul 12.00 WIB. Mereka kemudian bergerak dan baru tiba seluruhnya di kantor Gubernur Jatim pada pukul 14.45 WIB.

“Gubernur Jawa Timur sudah mengirimkan surat penolakan, tapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari DPR RI,” ungkap orator saat meneriakkan aspirasi di atas mobil komando, Selasa (27/10/2020).

Masa Aliansi Serikat Buruh pada hari ini membawakan 5 tuntutan utama seperti sebelumnya, yakni :

  1. Menolak UU Omnibus Law tentang Cipta Kerja dengan mendesak Presiden RI agar menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) untuk membatal UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI pada tanggal 5 Oktober 2020 lalu.
  2. Tolak penurunan kualitas komponen kebutuhan hidup layak (KHL) dalam Permenaker No. 18 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kebutuhan Hidup Layak.
  3. Tetapkan upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp. 2,5 juta sesuai dengan nilai rata-rata UMK di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur tahun 2020.
  4. Naikkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2021 di Jawa Timur sebesar Rp. 600 ribu dengan memasukkan komponen kebutuhan protokol kesehatan.
  5. Tetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) dan upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) tahun 2021 di Jawa Timur secara bersamaan dengan penetapan UMK.
Baca Juga  SPSI Jatim : Demo Ricuh Karena Disusupi Anak-Anak dan Remaja

Berdasarkan pantauan afederasi.com di lokasi, massa aksi ini terlihat mengenakan masker dan berbagi handsanitizer. Pihak aparat keamanan juga membawa poster dan spanduk bertuliskan himbauan agar tidak ada kerusuhan pada saat aksi.

“Kami datang hari ini atas bungkamnya pemerintah dan DPR RI pada aspirasi kami. Mereka mementingkan perutnya sendiri daripada kesejahteraan para buruh. Karena itu kami sekali lagi menegaskan Mosi Tidak Percaya,” kata Jazuli selaku Jubir Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Jatim. (dwd/yp)

News Feed