oleh

Residivis Berulah, Gondol Sepeda dan Ponsel Mantan Majikan

Tulungagung, (afederasi.com) – Seorang residivis kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang pernah mendekam di jeruji besi pada 2018 silam kembali berulah.

Pria berinisial DW (24) alias Grandong warga Desa Samar Kecamatan Pagerwojo ini diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Sumbergempol pada Selasa (1/9/2020). Ia diduga mencuri sepeda pancal merk Agathor dan sebuah ponsel merk Infinix milik mantan majikannya Eka Nurjanah (26) warga Desa Sambijajar Kecamatan Sumbergempol.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neni Sasongko menjelaskan, kasus tersebut berhasil terungkap berkat laporan korban ke Polsek Sumbergempol. Ketika itu, korban mengadu bahwa satu unit sepeda dan ponselnya telah dicuri orang.

“Korban yakin jika dicuri karena sebelumnya barang masih ada, saat bangun tidur hilang,” katanya.

Setelah dilakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi lanjut Neni, ternyata bahan keterangan (baket) mengarah kepada DW. Diketahui, DW adalah mantan karyawan korban.

“Jadi DW ini sebelumnya main ke rumah korban. Disitu ia juga ketemu dengan teman lamanya. Namun saat semua tertidur, sepeda dan ponsel hilang. Disaat bersamaan, DW juga sudah pergi,” imbuhnya.

Baca Juga  Kunjungi Kawasan Anak Tangguh, Anggota Komisi III DPR RI Jadi Guru TK

Neni mengungkapkan, selanjutnya polisi mencari keberadaan DW. Setelah ketemu, petugas pun langsung menginterograsinya. Hasilnya, ternyata DW mengakui perbuatannya.

“DW tidak bisa mengelak karena ponsel merk Infinix milik korban ada padanya. Sedangkan sepeda, pengakuannya dibawa temannya untuk dijual,” jelasnya.

Kepada petugas, DW ini mengaku nekat mencuri karena melihat ada kesempatan saja. Rencananya, sepeda akan dijual. Namun sebelum sepede terjual (masih dibawa temannya-red), ia keburu tertangkap.

“Jadi DW ini membawa sepeda hasil curian itu dengan cara ditaruh di atas jok motor, lalu diduduki,” bebernya.

Dari catatan kepolisian, DW pernah dibui pada 2018 yang lalu dengan kasus curanmor. Atas perbuatannya lanjut Neni, DW bakal dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

“Saat ini kasus tersebut masih dalam proses pengembangan. Petugas juga masih menelusuri keberadaan barang bukti berupa sepeda merk Agathor,” tukasnya. (yp)

News Feed