oleh

Ratusan Warga Binaan dan Pegawai Lapas Klas IIb Kota Marmer Jalani Rapid Test

Tulungagung, (afederasi.com) – Ratusan warga binaan dan pegawai lapas klas IIb Tulungagung menjalani rapid test pada Selasa (28/7/2020) pagi. Rapid tes ini untuk memastikan apakah warga binaan dan pegawai tersebut terpapar Covid-19 atau tidak.

Berdasarkan pantauan afederasi.com, rapid test tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna Lapas klas IIb Tulungagung dengan melibatkan petugas medis dari RSUD dr Iskak, Dinas Kesehatan, Puskesmas Simo, dan Puskesmas Kedungwaru.

Setelah semua pegawai lapas dirapid test, giliran warga binaan yang satu-persatu menunggu giliran.

“Dari 610 warga binaan, yang menjalani rapid tes sebanyak 294 dan 64 pegawai,” kata Kalapas Klas Iib Tulungagung Tunggul Buwono.

Tunggul Buwono melanjutkan, rapid test ini sengaja dilakukan untuk memastikan kondisi pegawai dan warga binaan terpapar Covid-19 atau tidak. Sebab, sejauh ini kegiatan rapid test baru dilakukan hari ini. Meskipun sejak Maret yang lalu, warga binaan sudah tidak diperbolehkan bertemu dengan orang luar.

“Jadi warga binaan hanya kontak fisik dengan pegawainya, sedangkan pegawai kita banyak yang berasal dari luar kota,” jelasnya.

Baca Juga  DPRD Gelar Rapat Paripurna Penyampaian LKPJ Bupati Tulungagung Tahun 2019

Tunggul Buwono mengatakan, untuk hari ini hanya 294 warga binaan yang menjalani rapid test. Sedangkan sisanya menunggu program berikutnya.

“Kita dahulukan yang memiliki riwayat sakit, kondisi kurang sehat, dan usia yang tua,” terangnya.

Tunggul Buwono melanjutkan, jika nanti ada temuan pegawai atau warga binaan yang reaktif, pihaknya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Satgas Covid-19 untuk penanganan maupun pencegahannya.

“Ya tentu akan kita serahkan ke Gugus Tugas, tetapi kami berharap hasilnya negatif,” imbuhnya.

Disinggung upaya apa yang dilakukan pihak Lapas dalam pencegahan penyebaran Covid-19 di dalam lapas mengingat jumlah penghuni yang overload, Tunggul Buwono mengatakan ada beberapa hal. Diantaranya, pembatasan kunjungan kepada warga binaan yang sudah dilakukan sejak Maret yang lalu.

“Jadi kunjungan kita alihkan ke video call,” katanya.

Kedua, sejak bulan Maret juga tidak ada pemindahan warga binaan dari satu lapas ke lapas yang lain. Ketiga, setiap ada warga binaan yang baru harus menjalani rapid test dan isolasi di ruang yang telah disediakan selama 14 hari.

Baca Juga  Menuju New Normal, Grafik Lakalantas di Kota Marmer Meningkat

“Kalau keluarga ingin mengirimkan makanan tetap bisa,” tukasnya.

Sementara itu Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Tulungagung Didik Eka yang turut memantau pelaksanaan rapid test ini mengatakan, dalam rapid test ini pihaknya menyiapkan 700 RDT sekaligus beberapa APD yang dibutuhkan.

“Ya kita persiapkan sesuai surat yang masuk ke kita,” katanya.

Didik Eka melanjutkan, untuk mempercepat pelaksanaan rapid test ini, pihaknya membagi tenaga medis yang ada menjadi empat kelompok. Diperkirakan, masing-masing kelompok akan menangani 100 sampai 125 orang.

“Kurang lebih tiga jam sudah selesai,” imbuhnya.

Didik melanjutkan, untuk hasil dari rapid test ini pihaknya tidak bisa mempublikasikannya. Namun jika ingin mengetahui bisa langsung menghubungi Kalapas.

“Kami berharap hasilnya 0 reaktif. Tetapi kalaupun ada akan kita swab dan karantina,” pungkasnya. (yp)

News Feed