oleh

Ratu Sabu Divonis 6 Tahun Kurungan Penjara, Lebih Ringan Dari Tuntutan

NL ketika digelandang ke Mapolsek Tulungagung Kota

Tulungagung, (Afederasi.com) – Masih ingatkah dengan NL (23) warga Desa Batokan, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur yang ditangkap oleh anggota Polsek Tulungagung Kota pada pertengahan Mei atas dugaan peredaran narkotika jenis sabu.

Pasalnya, wanita yang memiliki julukan ratu sabu ini divonis 6 tahun kurungan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tulungagung pada sidang yang digelar pada Kamis (12/09/2019) siang. Wanita muda tersebut juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 1 Milyar subsider 6 bulan kurungan penjara.

Dalam gelaran sidang itu, NL terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 114 ayat (2) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika atas kepemilikan sabu seberat 17,58 gram. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp 1 Milyar subsider 6 bulan kurungan.

Dengan ditetapkannya putusan tersebut, otomatis NL akan menyusul suami dan adiknya yang telah dipidana atas kasus yang sama.

Humas Pengadilan Negeri Tulungagung, Yuri Ardiansyah mengatakan, sidang pembacaan vonis tersebut dipimpin oleh hakim ketua Marice Dillak dengan dua hakim anggota yakni Afit Rufiadi dan Yudi Eka Putra. Selain menetapkan hukuman 6 tahun penjara, terdakwa juga dibebankan denda sebesar Rp 1 Milyar.

Baca Juga  Disaat Semua Sibuk Corona, Lima Orang ini Malah Sibuk Edarkan Narkoba

“Apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan kurungan penjara selama enam bulan,” ungkapnya.

Yuri melanjutkan, adapun hal-hal yang meringankan tuntutan terdakwa yakni NL mengaku dan menyesali perbuatannya. Selama persidangan, ia juga sangat kooperatif. Tak hanya itu, karena usianya yang masih muda dan belum pernah dipenjara juga menjadi pertimbangan majelis hakim. “Apalagi dia memiliki bayi yang harus disusui,” ujarnya.

Sedangkan hal-hal yang memberatkan terdakwa yakni, NL dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam rangka pemberantasan peredaran narkotika. Sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi resah.

Yuri menambahkan, atas putusan tersebut, terdakwa menyatakan pikir-pikir terhadap vonis yang ditetapkan majelis hakim. Setidaknya masih ada waktu selama tujuh hari jika terpidana menghendaki banding. (ra/an)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed