oleh

Pulang Karaoke Dihantam Batako

Ilustrasi penganiayaan

Tulungagung, (Afederasi.com) – Agus Kurniawan (25) warga Desa Popoh, Kecamatan Besole, Kabupaten Tulungagung harus menjalani perawatan medis seusai menjadi korban penganiayaan, seusai pulang “nyanyi” di salah satu warung kopi (warkop) masuk Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol.

“Kepala korban mengalami luka, seusai dikepruk batako oleh dua pemuda yang tak dikenalnya pada Minggu (01/09/2019) sekitar pukul 01.00 WIB,” ungkap Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Paur Humas Bripka Endro Purnomo.

Korban yang menerima luka pada keningnya. Memutuskan untuk melaporkan kejadian yang dialaminya, ke Unit Reskrim Polsek Sumbergempol.

Alhasil, genap 24 jam kedua pelaku yakni SE alias Benjo (28) dan AN alias Kawul (21) warga Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, berhasil diamankan.

“Saat ini kedua pelaku dan barang bukti berupa serpihan batako telah diamankan di Mapolsek Sumbergempol,” tegas Endro.

Endro menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika korban bersama kedua temannya sedang menyanyi dengan ditemani pemandu lagu di salah satu room warkop di Desa Sumberdadi. Setelah selesai, kemudian korban dan kedua temannya meninggalkan lokasi.

“Antara korban dan pelaku sempat berpapasan dan terjadi kesalah pahaman,” katanya.

Kemudian setibanya di pinggir jalan umum desa setempat, tiba-tiba kedua pelaku langsung memukulkan batako beberapa kali ke kepala korban. Setelah itu, para pelaku bersama teman-temannya langsung meninggalkan lokasi.

Dari laporan korban, kata Endro, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dilokasi kejadian serta meminta keterangan sejumlah saksi, dan diketahui jika pelaku adalah orang yang sering berkunjung ke warkop tersebut.

“Patugas yang berhasil mengantongi identitas pelaku, langsung menuju di kediamannya,” katanya.

Tim gabungan dari Resmob Polres Tulungagung dan Unit Reskrim Polsek Sumbergempol langsung mendatangi rumah Benjo dan Kawul. “Saat diinterograsi keduanya langsung mengakui perbuatannya. Untuk keperluan pemeriksaan keduanya dibawa ke Polsek,” terangnya.

Endro menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih mempelajari motif kedua pelaku. Dugaan sementara, karena adanya kesalahpahaman saat berada di warkop.

“Atas perbuatannya, kedua pelaku terancam pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (ra/an)

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed