Selasa, 26 Juli 2022, 20:02 WIB

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas, Diduga Karena ini

Tulungagung, (afederasi.com) – Suyani (50) warga Desa Siyoto Bagus, Kecamatan Besuki ditemukan tidak bernyawa di area mencari ikan masuk Desa Besuki Kecamatan Besuki, pada Selasa  (26/7/2022).

Diduga tewasnya korban lantaran meminum obat padi. Hal ini setelah ditemukan botol insektisida di dekat tubuh korban.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mohammad Anshori menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.15 WIB, yang mana saat itu dua orang warga sekitar yakni Sayit dan Priyono menuju ke area gogo (tempat mencari ikan – red), saat itu, keduanya sedang berbincang-bincang di area tersebut setelah kurang lebih 30 menit berbincang, keduanya lantas memutuskan untuk mencari pisang di sekitar area mencari ikan tersebut.

Setelah berjalan kurang lebih sejauh 10 meter, keduanya tidak sengaja menemukan adanya sepeda motor yang terparkir, mengingat jarang sekali ada motor yang sampai terparkir disitu, lantaran curiga kemudian keduanya mengecek disekitar motor.

“Memang jarang ada sepeda motor yang terparkir di lokasi itu. Kalaupun ada, biasanya diparkir di tempat yang agak jauh dan tidak terlalu masuk kedalam,” jelas, Anshori, Selasa (26/7/2022).

Anshori melanjutkan, setelah melihat lebih dekat, keduanya justru dikagetkan lantaran tepat disebelah motor tersebut, terdapat seseorang yang tergeletak tidak sadarkan diri.

Selain itu keduanya juga mendapati kondisi mulut korban yang sudah berbusa. Lantaran keduanya kenal dengan korban, kemudian mereka memberitahukan kepada anggota keluarga korban jika Suyani sudah dalam keadaan tidak bernyawa dilokasi ditemukannya. 

Mendapati kabar tersebut, salah seorang kerabat korban yakni Aris Handoko (34) menuju ke lokasi ditemukannya korban serta  melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Besuki yang juga diteruskan kepada Unit Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis setempat.

Setibanya dilokasi, petugas langsung melalukan pemeriksaan pada tubuh korban, dari hasil visum luar ditemukan adanya luka jeratan pada leher korban, selain itu disamping korban ada botol insektisida atau obat padi.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan tersebut kemudian pihak kepolisian menanyakan kepada pihak keluarga korban, dari keterangan pihak keluarga korban didapati bahwa pada Sabtu (23/7/2022) lalu sekitar pukul 04.00 WIB, korban sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara gantung diri, dan dari percobaan bunuh diri tersebut digagalkan oleh istri korban. Selain itu dari hasil olah TKP dengan adanya busa pada mulut korban dan adanya botol insektisida diduga korban bunuh diri dengan menenggak cairan beracun tersebut.

“Kalau keterangan kerabat korban, memang korban memiliki gangguan kejiwaan,” ungkapnya.

Masih menurut Anshori, kemudian pihak kepolisian menggali data kembali ke pihak keluarga dan keluarga korban juga mengakui jika sebenarnya pada Sabtu (23/7/2022) sekitar pukul 15.30 WIB, korban sudah pergi meninggalkan rumah tanpa pamit dengan anggota keluarga dengan menggunakan sepeda motor miliknya dan bahkan salah seorang saksi sempat bertemu dengan korban pada senin (25/72/2022) sekitar pukul 14.40 WIB,

“Ketika bertemu korban, saksi mendapati bahwa korban merasa linglung dan tidak nyambung diajak bicara,” katanya.

Usai kejadian tersebut polisi menyimpulkan bahwa korban meninggal lantaran bunuh diri, dengan didukung hasil olah TKP dan keterangan pihak keluarga, kemudian atas kejadian tersebut jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemulasaran dan dimakamkan ke pemakaman desa setempat. 

“Korban sudah dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan di pemakaman umum setempat,” pungkasnya.(riz/dn)