oleh

Pria Ini Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil 7 Bulan

Tulungagung, (afederasi.com) – Perilaku Sj (48), pria asal Desa Kaligentong Kecamatan Pucanglaban yang tinggal di Kecamatan Kalidawir ini sungguh tidak patut ditiru. Betapa tidak seorang ayah yang seharusnya melindungi, malah mencabuli anak tirinya Mawar (13) yang masih duduk dibangku SMP kelas IX. Ironisnya, korban kini tengah mengandung tujuh bulan.

Kini, kasus tersebut tengah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung.

“Saat ini Sj sudah diamankan di Mapolres,” tegas Kasatreskrim AKP Ardyan Yudo Setyantono melalui Kanit PPA Iptu Retno Pijiarsih kepada afederasi.com, Kamis (8/10/2020).

Retno mengungkapkan, kasus tersebut berhasil terungkap setelah korban ini mengeluhkan rasa sakit pada perutnya. Kemudian oleh ibunya, korban dibawa ke bidan untuk diobati.

“Bidan mengatakan jika korban ini sakit lambung dan diberi obat,” terangnya.

Retno melanjutkan, setelah mengkonsumsi obat yang diberikan bidan tersebut, ternyata tidak membuat perut korban sembuh. Selanjutnya, korban dibawa lagi ke dokter oleh ibunya.

“Menurut dokter, korban ini juga sakit lambung dan diberi obat,” imbuhnya.

Baca Juga  Komisi III DPRD Gelar Hearing, Ini yang Disampaikan

Namun hasilnya lanjut Retno, korban ini sesekali mengeluhkan rasa sakit pada perutnya. Hingga suatu saat, nenek korban yang tinggal tak jauh dari rumah korban menyarankan agar korban ini dibawa ke tukang pijat. Setelah bagian perut disentuh, ternyata tukang pijat mengatakan jika korban ini sedang hamil. Untuk memastikan kondisinya, akhirnya korban dibawa ke salah satu rumah sakit di Kecamatan Ngunut.

“Saat dicek, ternyata korban ini sudah hami 7 bulan,” terangnya.

Mengetahui itu lanjut Retno, ibu korban langsung menanyakan siapa yang telah menghamilinya. Dengan berat hati, akhirnya si anak mengatakan jika pelakunya adalah ayah tirinya.

“Mendengar jawaban anaknya, orang tua langsung memilih melaporkan kasus tersebut ke polisi,” imbuhnya.

Masih menurut Retno, Sj ini mulai ditahan pada Selasa (6/10/2020) setelah menjalani serangkaian pemeriksaan.

Kepada petugas, Sj mengaku nekat melakukan perbuatan tersebut karena tergiur melihat kemolekan anak tirinya. Untuk memperlancar aksinya, Sj ini selalu menggunakan bujuk rayu hingga ancaman.

Awalnya, korban ini hendak membeli barang melalui online, namun karena uangnya kurang, ayah tirinya lalu bersedia membayarnya. Asalkan, korban mau menemaninya tidur saat malam hari.

Baca Juga  Pansus Covid-19 Tuai Pro Kontra

“Jadi pengakuan korban, Sj mulai mencabulinya sejak bulan September 2019 hingga terakhir pada bulan Mei 2020,” katanya.

Dalam sebulan, Sj melakukan hubungan layaknya suami istri satu kali. Adapun lokasinya, di rumah korban di Kecamatan Kalidawir, serta menunggu rumah dalam keadaan sepi.

“Jadi antara Sj dan ibu korban ini masing-masing ditinggal pasangannya. Lalu keduanya sepakat menikah sejak tiga tahun yang lalu,” ungkapnya.

Retno menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas melangkapi berkas-berkas perkara Sj untuk pelimpahan ke kejaksaan.

“Atas perbuatannya, Sj yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini bakal dijerat dengan pasal 76D jo pasal 81 ayat (1) (2) dan (3) UURI No 23 tahun 2002 sebagaimana diubah dengan UURI No 35 tahun 2014 sebagaimana diubah dengan UURI No 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang,” pungkasnya. (yp).

News Feed