oleh

PPKM Mikro Diperpanjang? Satgas Covid-19: Tunggu Instruksi Pemprov

Kediri, (afederasi.com) – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro di Kabupaten Kediri berakhir pada hari ini Senin (22/2/2021). Namun apakah di Kota Tahu akan berlanjut ke PPKM jilid II, Satgas Covid-19 setempat memilih menunggu instruksi resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Saat ini, tim kami belum bisa menentukan langkah sebelum ada kebijakan tersendiri dari pimpinan. Biasanya setelah ada Surat Edaran (SE) resmi dari Gubernur Jatim turun kemudian berlanjut ke SE Bupati baru kami tindak lanjuti,” kata Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kediri Slamet Turmudi saat dikonfirmasi pihak afederasi.com, Senin (22/2/2021) sore.

Menurutnya PPKM yang telah dilaksanakan beberapa pekan belakangan sangat efektif dalam menekan laju penambahan Covid-19 di Kabupaten Kediri.

Terkait dengan pola penerapan jika akan lanjut ke tahap PPKM Mikro Jilid II, Slamet menuturkan dalam pelaksanaan tetap terfokus pada penekanan keterlibatan tim Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat desa, RW dan RT.

“Untuk regulasinya tetap menunggu dari pimpinan, namun sepertinya tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya, hanya saja perpanjangan waktu,” ungkapnya.

Seperti aturan sebelumnya, saat PPKM Mikro jilid I, jika ada warga di satu RT yang terpapar Covid-19, tim satgas desa harus waspada dan mengawasi mereka yang sedang isolasi mandiri. Namun Slamet mengungkapkan jika di desa seluruh Kabupaten Kediri tidak ada yang zona merah.

“Jika dalam RT tidak ada yang terpapar Covid-19 maka masuk zona hijau, kalau ada yang terpapar 1 orang masuk zona kuning, terpapar hingga 7 orang masuk zona oranye dan jika ada setidaknya 10 orang di RT tersebut maka masuk zona merah. Ini artinya desa tersebut harus waspada dan warga yang terkonfirmasi perlu di isolasi rumah sakit atau isolasi mandiri,” terangnya.

Untuk mencegah laju penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kediri, lanjut Slamet, tim gabungan tetap akan melakukan operasi yustisi di berbagai wilayah di Kabupaten Kediri dengan waktu acak. Pola ini tetap diberlakukan untuk memantau tingkat kepatuhan warga terhadap penerapan aturan PPKM berskala mikro yang telah dijalankan.

“Kami berharap agar pandemi ini segera berakhir dan masyarakat bisa hidup dengan normal kembali, jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan dan menjaga diri,” tutupnya.

Sementara dari data persebaran virus Covid-19 per Minggu (21/2) kemarin, Kabupaten Kediri masuk ke zona oranye dengan kasus positif mencapai 3.864 orang, sembuh 3.301 orang, meninggal 365 orang dan dirawat 198 orang. (is/yp)

News Feed