oleh

Polres Tulungagung Bantah Isu Jual Beli Jabatan yang Diketahui Anggotanya

Tulungagung, (afederasi.com) – Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung membantah adanya isu yang menyebut anggotanya mengetahui proses jual beli jabatan perangkat desa di Desa Wates Kecamatan Sumbergempol.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto melalui Kasubbag Humas Iptu Tri Sakti kepada afederasi.com, Senin(22/2/2021).

“Anggapan itu adalah salah, dan perlu diluruskan kebenarannya,” kata Tri Sakti.

Tri Sakti menjelaskan, sesuai fakta yang sebenarnya kejadian bermula pada Selasa (9/2/2021) saat di Desa Wates melaksanakan penjaringan perangkat desa antara lain Kasun (Kepala Dusun), Kasi Pemerintahan , Kaur perencanaan dan Kaur Kesra yang diikuti oleh 23 peserta.

Dalam proses ujian tersebut lanjut Tri Sakti, pada posisi Kasun untuk nilai tertinggi diraih oleh Muhamad Ali Shodig, Kasi Pemerintahan nilai tertinggi diraih Nalendra Ramona Purba, sedangkan Perangkat Kaur Perencanaan nilai tertinggi diraih oleh M Najibur Niza dan Kaur Kesra nilai tertinggi diraih oleh Nasrul Fuad.

Namun dari salah satu peserta yakni atas nama Muhamad Ali Shodig pada hari Sabtu (20/2/2021) mengundurkan diri menjadi Kasun terpilih dengan alasan ingin memilih menjadi PNS diwaktu yang akan datang.

Selanjutnya dari panitia menunjuk Rohmad Sahrul Muarif sebagai calon Kasun berdasarkan nilai dibawahnya.

“Kemudian dari keluarga Rohmad Sahrul Muarif ini memberikan tali asih berupa uang kepada Muhamad Ali Shodig sebesar Rp 100 juta. Selanjutnya pada Sabtu (20/2/2021) Muhamad Ali Shodig  melaporkan kejadian tersebut karena ketakutan menerima uang yang dianggap sebagai uang suap dan kawatir akan menjadi kasus,” bebernya.

Dari laporan tersebut akhirnya kedua belah pihak dipertemukan di Mapolsek Sumbergempol dan didapatkan dari hasil mediasi antara kedua belah pihak sehingga sudah tidak ada permasalahan lagi.

Dari hasil mediasi di Polsek Sumbergempol didapatkan kesepakatan bahwa kedua belah pihak menyatakan damai dan dikuatkan dengan surat pernyataan perdamaian bermaterai dengan disaksikan pihak 1 Muhamad Ali Shodig mengembalikan uang Rp 100 juta, kepada Rohmad Sahrul Muarif. Kedua belah pihak menerima keputusan siapa yang nantinya dilantik dikemudian hari.

“Dari hasil mediasi ini menurut dari kedua belah pihak tidak ada yang dipaksa oleh pihak manapun juga, dan  bisa  dinyatakan sudah tidak ada permasalahan lagi diantara kedua belah pihak. Jadi tidak ada jual beli jabatan, apalagi diketahui anggota,” terangnya.

Tri Sakti melanjutkan, artinya didalam penanganan sebuah kasus konsep pendekatan restorative justice merupakan suatu pendekatan yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri.

“Jadi permasalahan ini sudah dianggap selesai,” tukasnya. (riz/yp)

News Feed