oleh

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Pelemparan Batu

Keempat pelaku pelemparan batu diamankan di Mapolres Tulungagung (yoppy/afederasi.com)

Tulungagung, (afederasi.com) – Empat pelaku pelemparan batu yang terjadi pada Minggu (09/02/2020) petang di dekat Balai Desa Gandong Kecamatan Bandung berhasil ditangkap. Mereka dijemput petugas di rumah masing-masing pada Senin (10/2/2020) malam.

Keempat pelau yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut yakni, HK alias Untung (26), FK (24), AR (21), dan FI (20). Semuanya merupakan warga Desa Gandong Kecamatan Bandung.

“Semoga kejadian ini yang terkahir,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia saat menggelar konferensi pers pada Selasa (11/02/2020) siang.

Pandia mengungkapkan, di wilayah Kecamatan Bandung memang sering terjadi kasus pengrusakan dan penganiayaan. Beragam cara dan upaya pun terus dilakukan agar kejadian ini tidak terulang lagi. Sebab, imbas dari kejadian seperti ini cukup membuat keresahan masyarakat.

“Mari kita bersama mewujudkan Tulungagung yang ayem tentrem mulyo lan tinoto dengan membudayakan sikap saling tolong menolong, bukan sebaliknya,” pinta Pandia.

Pandia melanjutkan, pasca kejadian pelemparan batu tersebut pihaknya langsung melakukan langkah represif dan antisipatif. Represif dalam arti para pelaku pelemparan langsung diamankan dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga  Aniaya Adik Hingga Tempurung Kaki Terlepas, Kakek ini Dipolisikan

Sedangkan langkah antisipatif, dengan mengumpulkan para stakeholder termasuk pimpinan perguruan pencak silat guna membahas langkah kedepannya. Tujuannya, agar tidak ada lagi kejadian-kejadian yang dilakukan oleh oknum-oknum perguruan silat.

“Salah satu usulannya agar tidak memakai atribut pencak silat ketika ada konser atau pertunjukan,” terangnya.

Masih menurut Pandia, pasca kejadian itu polisi langsung memeriksa 15 saksi. Dimana, dari 15 orang tersebut ternyata mengerucut menjadi empat orang yang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Kasus ini masih terus dalam penyelidikan, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru,” tegasnya.

Kepada petugas, kata Pandia, keempat tersangka ini belum memberikan jawaban yang jelas mengenai alasan mereka melempari para korban. Kemungkinan ada kaitannya dengan dendam antara oknum komunitas silat yang ada di Tulungagung.

Pandia menambahkan, akibat pelemparan batu ini, dua korban yakni M Soli Adi Gunawan (18) warga Desa Wateskroyo, Kecamatan Bandung dan Bembi Rohmah Anggrensiani (24) warga Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo Trenggalek terpaksa harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit.

Baca Juga  Aniaya Istri Siri, Pria Jember ini Mendekam di Balik Jeruji Besi

“Akibat perbuatannya, keempat tersangka bakal dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) dan (2) ke 2e dan atau 351 ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tukasnya.

Seperti yang diketahui, kasus pelemparan batu tersebut bermula saat selesainya acara Karnaval SCTV di GOR Lembupeteng pada Minggu (09/02/2020) petang.
Ketika itu, Bembi bersama suaminya baru saja pulang bekerja dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat AG 2532 ZM. Namun saat keduanya melintas di jalan umum masuk Desa Gandong Kecamatan Bandung tiba-tiba mereka dilempari batu dan pecahan aspal oleh segerombolan pemuda yang tidak dikenal. Diduga, mereka dilempari batu lantaran memakai atribut pencaksilat.

Sementara itu untuk korban Soli lebih parah lagi. Sebab, ketika ia pulang dari nonton konser di GOR Lembupeteng ia terpisah dengan rombongannya karena ban sepeda motor Satria AG 6138 TV kempes. Karena ia memakai kaos salah satu perguruan pencaksilat, akhirnya ia dilempari batu hingga tangan kanannya hampir patah. Beruntung saat itu ada saksi yang menyelematkan korban dengan membawanya ke rumah sakit. (ra/an)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed