oleh

Polisi Bekuk Tiga Pelaku Pengeroyokan

Ketiga pelaku ketika diamankan di Mapolsek Kedungwaru (istimewa)

Tulungagung, (Afederasi.com) – Sebanyak tiga pelaku pengeroyokan terhadap Purwanto (38) warga Kelurahan Kedungsuko, Kecamatan Tulungagung berhasil dibekuk anggota Polsek Kedungwaru pada Minggu (29/09/2019) dini hari.

Ketiga pelaku yang telah diamankan yakni LMA (20) warga Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, MNP (20) warga Desa/Kecamatan Kedungwaru, dan TYS alias Memet warga Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol.

Salah satu dari tiga pelaku yang diamankan merupakan otak pelaku pengeroyokan yaitu TYS.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Anwari mengatakan, kasus pengeroyokan tersebut terjadi pada Minggu (22/09/2019) yang lalu. Saat itu salah satu pelaku yakni TYS mengajak korban untuk pesta miras berdua. Karena keduanya sudah saling kenal, akhirnya korban mengiyakannya tanpa ada curiga.

“Padahal ini merupakan bagian skenario yang sudah dipersiapkan oleh TYS,” katanya.

Kemudian lanjut Anwari, setelah waktu, lokasi, hingga miras jenis Ciu telah siap, akhirnya korban dijemput oleh TYS di rumahnya.

Keduanya menuju ke salah satu jalan desa masuk Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru. TYS memilih tempat tersebut lantaran lokasi yang sepi dan minim penerangan.

Baca Juga  Polres Banyuwangi Berhasil Ungkap 105 Kasus Kriminal

“Saat keduanya asik minum miras jenis Ciu, TYS langsung menghubungi tiga temannya yakni LMA, MNP, dan F (masih dibawah umur-red),” jelasnya.

Ketiga pemuda tersebut sedang menunggu instruksi dari TYS disebuah warung kopi (warkop) tak jauh dari lokasi. Sekitar pukul 23.30 WIB, ketiganya langsung menuju ke lokasi dengan mengendarai satu sepeda motor.

“Setibanya di lokasi, ketiga pemuda yang memakai penutup wajah tersebut langsung menghajar korban,” terangnya.

Mendapat perlakuan tersebut korban langsung berlari dan menjauhi lokasi. Merasa dirugikan, akhirnya korban memilih melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedungwaru.

“Berbekal informasi tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

Karena minimnya saksi saat kejadian, akhirnya petugas berupaya mencari keberadaan TYS. Sebab, saat itu ia satu-satunya orang yang bersama korban di lokasi. Sayangnya, korban tidak mengetahui domisili TYS.

“TYS baru diketahui keberadaannya seminggu setelah kejadian atau pada Minggu (29/09/2019) di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut. Selanjutnya, ia dibawa ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Saat diperiksa, ternyata banyak jawaban dari TYS yang janggal. Dimana setiap keterangan yang diberikan terkadang berbenturan dengan jawaban sebelumnya. Setelah diinterograsi, akhirnya TYS mengakui jika pengeroyokan tersebut adalah inisiatifnya.

Baca Juga  Motor Hilang di Masjid, Ditemukan Kondisi Protolan

“Jadi pengeroyokan tersebut dibuat seakan-akan tanpa melibatkan TYS,” ungkapnya.

Masih menurut Anwari, setelah TYS mengakui perbuatannya, akhirnya petugas bergerak cepat dengan menangkap tiga pemuda lainnya di rumah masing-masing secara berurutan yakni LMA, F, dan MNP. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata hanya LMA dan MNP yang turut aksi pengeroyokan tersebut.

“Meski F ikut dalam kejadian tersebut tetapi ia tidak tahu kalau mau melakukan pengeroyokan. F juga tidak ikut mengeroyok korban. Statusnya hanya saksi,” katanya.

Adapun perannya, LMA memukul sebanyak lima kali dengan tangan mengepal yang memakai cincin akik pada bagian belakang kepala korban. MNP memukul kepala depan korban dengan tangan kosong juga sebanyak lima kali. Sedangkan, TYS hanya menjegal korban sekali pada akhir kejadian.

Anwari menambahkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Petugas juga masih mendalami apa yang melatar belakangi pengeroyokan tersebut. Dugaan sementara, pelaku memiliki dendam kepada korban.

“Atas perbuatannya, ketiga pelaku bakal dijerat dengan pasal 170 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (ra/an)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed