oleh

Polda Jatim Ringkus Komplotan Pengganda Uang Antar Pulau

Para tersangka berikut barang buktinya dirilis di Mapolda Jatim

Surabaya (Afederasi.com) – Ditreskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap komplotan kasus penipuan penggandaan uang di Kabupaten Jember. Jumlah tersangka yang ditangkap 4 orang. Mereka adalah RRN asal Sumatra Utara FA asal Masahi Seram Utara, Ambon, AV dan HD asal Kabupaten Jember.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol R Pitra Andrias Ratulangie, mengatakan, awalnya kejadian, sabtu (9/11/2019) tersangka RRN bertemu dengan korban berinsial AL, di rumahnya Kota Sibolga, Sumut. Tersangka RRN, bercerita kalau ada seorang kiai asal Jember, Jatim bisa mengandalkan uang.

 Untuk menyakinkan korbannya, tersangka RRN menunjukan beberapa  video bukti penggandaan uang hingga 10 x (sepuluh kali lipat) yang dilakukan tersangka AV. Dari melihat video itu korban AL tertarik, kemudian meminta untuk di pertemukan dengan tersangka kiai gadungan AV

Selanjutnya pada hari Sabtu tanggal (10/11/19) korban AL, dan  RRN, bersama DD (anak korban) dan CS (temen korban) berangkat dari Sumatera Utara menuju Jember. Setibanya di Jember mereka dijemput oleh tersangka HD.” Mereka menuju rumah AV yang ada di kecamatan Sempolan Kabupaten Jember, usai bertemu bertatap muka dan korban dimintai uang Rp 6.000.000,-  untuk membeli peralatan ibadah yang modusnya sebagai syarat ritual penggandaan uang,” kata Kombes Andrias, Rabu (27/11/2019).

Baca Juga  Nekat Edarkan Sabu, Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi

Usai dalam pertemuan di rumah AV,  lanjut pria dengan tiga melati dipundak ini, korban dimintai lagi uang sebesar Rp 7.100.000,- sebagai awal syarat untuk di gandakan. Disini korban sempat curiga dan tidak percaya dengan cara ritualnya. Entah kena guna-guna atau tersangka AV ini jago ngomong, membuat korban akhirnya percaya.

“kemudian pelaku AV menyakinkan korban dengan mempertemukan oknum kiai FA yang sebelumnya diceritakan bisa menggandakan diatas 10 kali lipat sehingga korban mengambil uang tunai miliknya di bank dengan total Rp 650.000.000,-,” paparnya.

Masih kata Dirreskrimum, dihari itu juga (13/11/19) korban menyerahkan uang tersebut kepada oknum FA, untuk segera memasukan ke dalam tas koper merek polo warna hitam yang sebelumnya sudah di persiapkan oleh pelaku AV , dengan membelikan tas yang sama, tanpa di sadari korban tas merek polo yang berisi uang ditukar oleh oknum FA dengan tas yang berisi 3 tiga buah keramik dan 1 buah kardus.

“Korban di beritahukan agar tidak boleh menyentuh / membuka koper tersebut, hanya FA yang boleh menyentuhnya, jika sudah sesampai rumah harap dikabarin,” imbuhnya.

Baca Juga  Berdalih Agar Kelihatan Cantik, Wanita Ini Nekat Konsumsi Sabu

Setelah usai ritual Al bersama rombongan DD dan CS pulang ke rumahnya di Sumatera. Sedangkan RRN di suruh menunggu FA untuk menemaninya.

Korban setelah itu mencoba menghubungi FA, sempat tersambung dan berjanji akan ke Sumatera. Namun setelah ditunggu beberapa hari FA sulit dihubungi. Dari sini korban muncul rasa curiga dengan membuka tas koper bersama keluarganya.

Apalagi dia terkejut setelah dibuka koper tersebut berisi 3 buah keramik dan 1 kardus bekas sehingga korban dirugikan 671.000.000 dan selanjutnya korban melaporkanpelaku ke kantor SPKT Polda Jatim. Adapun barang bukti yang disita berupa 8 handpone , 3 buah KTP, 1 jam merk Seiko warna kuning keemasan , 4 buah tas koper warna hitam, 4 unit mobil 3 honda Brio dan 1 mobil Daihatsu, 1 stel pakaian jubah dan 2 buah paspor.

“Para pelaku akan dijerat pasal 378 KUHP,”pungkasnya. (al/am)

vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed