oleh

Petakan Kerawanan Pilkada 2020, TNI/Polri dan Forkopimda Gelar FGD

Lamongan, (afederasi.com) – Mendekati hari pemungutan suara, Kepolisian Resort (Polres) Lamongan terus berupaya memetakan potensi kerawanan Pilkada ditengah pandemi Covid-19. Bersama unsur TNI dan Forkopimda, Korps Baju Cokelat menggelar Forum Group Discusion (FGD) untuk mewujudkan Pilkada aman, damai, dan sehat.

Kapolres Lamongan AKBP Harun mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut Polri dalam pengamanan Pilkada tahun 2020 di wilayah kabupaten Lamongan. Terlebih, tahun ini pesta demokrasi berbeda dengan tahun sebelumnya karena adanya pandemi covid 19.

“Kami bersama dengan Forkopimda melaksanakan FGD untuk memberikan pengalaman dan perhatian dan kewaspadaan yang perlu diantisipasi pada pelaksanaan Pilkada tahun 2020 di Kabupaten Lamongan.” kata Harun.

Hal senada juga diungkapkan Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono. Pihaknya mendukung terlaksananya pemilihan ini dengan aman dan tertib.

“Pemilu ini adalah proses, pilkada harus dilaksanakan didalam negara untuk menghasilkan pemimpin yang akan kita ikuti, yang untuk memajukan Lamongan lebih baik lagi,” jelasnya.

Ditempat sama pula, Bupati Lamongan Fadeli juga mengharapkan Pilkada 2020 yang digelar secara serentak ini tetap memperhatikan protokol kesehatan dan ekonomi masyarakat pada saat pandemi Covid-19.

Baca Juga  Usai Sahkan APBD-P dan Perseroda, Ini Kata Gus Ipin

“Pilkada tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena pemerintah bersama jajaran petinggi negara dituntut untuk melaksanakan program pemilu yang aman, damai, dan sehat di tengah pandemi Covid – 19,” terangnya.

Fadeli menyebutkan, dalam pemilihan kepada daerah di Kabupaten Lamongan terdapat 27 ribu lebih petugas KPPS di Lamongan. Ia berharap jangan sampai ada yang terkonfirmasi positif, jangan sampai muncul klaster Pilkada.

“Kami mengimbau agar sebelum pelaksanaan Pilkada nanti, petugas KPPS terlebih dahulu melakukan tes rapid 2 minggu sebelum pelaksanaan. Ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan serta antisipasi terhadap bahaya pemunculan klaster Pilkada,” pinta Bupati.

Bupati Lamongan dua periode ini juga mengajak tokoh-tokoh agama Islam di Lamongan ini untuk bersama mendukung pelaksanaan pilkada yang aman, damai, sehat, dan sukses. Terkait informasi bohong yang saat ini banyak beredar di masyarakat, Fadeli juga menghimbau agar tidak begitu saja mengambil mentah-mentah informasi yang tersebar di masyarakat, melainkan menelaah dan mencari kebenarannya terlebih dahulu.

“Sukses Pemilu 2020, semoga mampu menghasilkan pemimpin yang amanah, yang mampu menjalankan roda kepemimpinan dengan baik di Lamongan,” tandasnya. (ra/yp)

News Feed