oleh

Pernikahan Dini dan Penyalahgunaan Media Sosial Picu Kekerasan Perempuan dan Anak

Blitar, (afederasi.com) – Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami penurunan selama rentang waktu Tahun 2019 hingga 2020. Hal ini merupakan capaian tersendiri bagi Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Blitar.

Kepala Dinas DPPKBP3A Kabupaten Blitar, Eka Purwanta menjelaskan bahwa penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak ini salah satunya merupakan usaha dari dari para penyuluh keluarga berencana dalam memberikan motivasi serta edukasi kepada masyarakat. Selain itu juga karena peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungannya.

“Angka kasus kekerasan perempuan dan anak turun,”ujar Eka Purwanta, (22/02/2021).

Salah satu faktor yang menyebabkan tingkat kekerasan pada anak umumnya karena faktor konten pornografi, dimana masyarakat yang tidak bijak menggunakan gadget akan terpengaruh sehingga bisa menimbulkan kasus sosial. Tidak hanya itu, kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga juga bisa karena gadget dengan banyaknya media sosial yang disalahgunakan. Selain dari faktor lain, seperti pernikahan dini, atau faktor ekonomi yang menjadi penyebab KDRT.

Dalam rentang Januari – Desember 2019 terdapat jumlah kekerasan anak sebanyak 84 kasus sedangkan pada tahun 2020 turun menjadi 42 kasus. Untuk kasus KDRT juga mengalami penurunan, tahun 2019 jumlah kasus kekerasan pada perempuan sebanyak 38 kasus, turun menjadi 21 kasus pada tahun 2020.

“Faktor utama kekerasan pada anak, terutama di dominasi karena banyaknya penyalahgunaan gadget teknologi. Dimana kebanyakan adalah kasus pelecehan seksual karena banyaknya konten pornografi yang mempengaruhi. Sedangkan kekerasan pada perempuan sering di dominai karena pernikahan muda dan faktor ekonomi,” ujar Eka.

Eka Purwanta berharap untuk tahun 2021 ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, bisa menurun lagi. Hal ini perlu adanya usaha prevntif dari semua pihak dalam memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat. (ang)

News Feed