oleh

Permintaan Ijin Hajatan Naik 3 Kali Lipat

Tulungagung, (afederasi.com) – Masyarakat sudah bisa menggelar hajatan pernikahan meski masih dalam pamdemi Covid-19. Akan tetapi mereka harus mengantongi ijin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung. Permintaan surat ijin mengalami peningkatan. Bahkan peningkatanya mencapai 3 kali lipat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro mengatakan, meski masih di tengah pandemi, masyarakat masih bisa merayakan hajatan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, yakni tetap menggunakan masker, menjaga jarak hingga menyediakan tempat cuci tangan (3M).

Dengan demikian GTPP sudah memperbolehkan masyarakat yang ingin merayakan hajatan. Namun, sebelum mengadakan acara masyarakat diwajibkan untuk meminta surat rekomendasi kepada Gugus Tugas terlebih dahulu.

“Untuk bisa mendapatkan surat rekomendasi masyarakat harus melengkapi beberapa persyaratan. Seperti, harus ada penanggung jawab, meminta ijin kepada kepala desa terkait tempat, melampirkan jumlah undangan serta layout. Karena nantinya kami yang akan menganalisa apakah dilingkungan tersebut ada transmisi lokal atau tidak,” jelas Galih, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga  Periksa 109 Spesimen, Didapatkan 5 Positif Covid-19

Lanjut Galih, dalam satu bulan terakhir ini, jumlah permintaan surat rekomendasi untuk hajatan memang mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Berdasarkan Pusat Data Laporan (pusdalop) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pada bulan September 2020 sudah mengeluarkan sebesar 417 surat rekomendasi hajatan. Sedangkan pada awal pandemi bulan April hingga Agustus, Tim Gugus Tugas hanya mengeluarkan 130 surat rekomendasi hajatan.

“Bulan September satgas sudah mengeluarkan rekom sekitar 417,” ujarnya.

Galih memaparkan peningkatan permintaan surat rekomendasi hajatan disinyalir karena faktor budaya masyarakat jawa khususnya Tulungagung. Menurut Galih, sudah lumrah jika ingin mengadakan acara hajatan, diharuskan untuk mencari hari-hari baik. Oleh sebab itu, pada bulan tertentu yang dipercaya sebagai bulan baik pasti banyak yang mengadakan acara hajatan.

“Faktornya adalah budaya mencari hari baik sebelum menggelar hajatan. Apalagi dalam adat budaya jawakan selalu seperti itu. Jadi bisa diprediksi pada bulan-bulan tertentu kegiatan hanjatan akan banyak digelar,” tambahnya.

Meski banyaknya permintaan surat rekomendasi, hingga saat ini Tim Gugus Tugas Kabupaten Tulungagung hanya bisa mengeluarkan surat rekomendasi untuk hajatan saja. Sedangkan untuk pagelaran kegiatan lain sifatnya hiburan yang berpotensi mengundang kerumunan. Tim Gugus Tugas masih belum bisa mengeluarkan izin maupun surat rekomendasi.

Baca Juga  Bupati Letakkan Batu Pertama Pembangunan Madrasah Mambaul Ulum

“Jika diacara hajatan ada hiburan dengan mengundang penyanyi masih diperbolehkan, sepanjang tidak menjadi acara inti yang nantinya membuat tamu undangan ikutan joget, itu gak boleh,”katanya.

Galih Nusantoro yang menjabat Kabag Humas dan Komunikasi Pimpinan menambahkan dalam menggelar hajatan untuk satu sesi maksimal berdurasi 3 jam. Misalnya undangan 100 orang dan kapasitas tempatnya hanya untuk 50 orang, maka bisa dibagi menjadi dua sesi. (ziz/am)

News Feed