oleh

Peringati Hari Batik Nasional, Gelar Fashion Show di Jalanan Hingga Bagi Masker

Tulungagung, (afederasi.com) – Banyak cara dilakukan untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober. Seperti halnya yang dilakukan salah satu pengusaha batik asal Kota Marmer yakni Batik Gajah Mada.

Meski ditengah pandemi Covid-19, pengusaha Batik dari Desa Mojosari Kecamatan Kauman ini memeriahkan Hari Batik dengan menggelar Fashion Show Batik dan bagi masker. Uniknya, fashion show ini digelar di simpang empat TT atau tepatnya di Jalan Ahmad Yani Barat.

Berdasarkan pantauan afederasi.com, setidaknya ada 10 peragawati cantik yang memperagakan berbagai model busana batik modern. Tak hanya itu, mereka juga tampak membagi-bagikan masker bertemakan Batik kepada pengguna jalan yang melintas.

“Dengan diadakannya Fashion Show Batik ini, kami berharap peminat batik meningkat,” kata pengelola Batik Gajah Mada Ike Yuliana Sari kepada afederasi.com, Jum’at (2/10/2020).

Ike melanjutkan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan ini untuk menarik generasi muda agar tertarik terhadap Batik. Menurutnya, selain sebagai identitas, saat ini model Batik juga sudah bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Modelnya pun beragam, tidak hanya baju atau jarit saja. Melainkan sudah berkembang menjadi sepatu, masker, celana, dan berbagai asesoris lainnya,” ungkapnya.

Penerus dari pemilik Batik Gajah Mada tersebut menjelaskan bahwa, maraknya wabah virus covid-19 ini mengakibatkan tingkat konsumtif batik menurun hingga mencapai 80 persen. Imbasnya, banyak karyawan Batik Gajah Mada terpaksa harus diliburkan.

“Karna pandemi ini, tingkat konsumtif batik menurun mencapai 80 persen, sehingga meliburkan sebagian karyawan,” terang Ike.

Ike berharap, pada momentum Hari Batik ini pihaknya juga mempromosikan program give away yakni dengan membagikan 3.000 masker batik secara gratis. Hal ini sebagai langkah mendukung kebijakan pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan yakni wajib memakai masker.

“Kami berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir, sehingga kita tetap bisa produksi,” tukasnya. (az/yp)

News Feed