oleh

Penerima BPNT Menjerit, Peralihan Mesin EDC Minim dan Sering Eror

Banyuwangi, (afederasi.com) – Sejumlah warga penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, banyak yang mengeluh. Mereka mengeluhkan karena mesin electronic data capture (EDC) yang ada di desanya minim dan sering eror.

Selain keluhan pada mesin EDC, warga juga mengeluhkan carut marutnya E-warung yang disinyalir abal-abal. Karena banyak pemilik mesin EDC bank Tabungan Negara (BTN), yang hanya tempat tinggal saja.

“Padahal, aturannya pemegang mesin EDC ini harus pemilik warung atau toko,” ujar Mohammad Taufan, warga setempat. (18/9/2017).

Taufan mengatakan, selain pemegang mesin yang seakan abal-abal. Pemegang mesin EDC itu, juga terkadang tidak pernah mengajukan permohonan. Bahkan, kepala Desa (kades) setempat juga tidak pernah mengeluarkan izin kepada pemegang mesin EDC.

“Diduga, pemegang mesin EDC ini dijadikan atasnama saja,” katanya.

Selain itu, jelas dia, mesin tersebut juga seringkali terjadi masalah. Padahal, setiap desa hanya ada satu hingga dua mesin saja.

“Bantuan BPNT ini jelas, untuk mensejahterakan masyarakat dan juga menumbuhkan ekonomi daerah,” terangnya.

Baca Juga  Diduga Depresi, Seorang Kakek Nekat Ceburkan Diri ke Dalam Sumur

Tidak hanya itu, masih kata dia, bantuan BPNT ini seharusnya memenuhi kebutuhan masyarakat atau pemegang kartu. Jadi ketika pemegang kartu membutuhkan apapun, ada saat mempergunakan kartu tersebut.

“Proses penyaluran bantuan BPNT ini harus dikawal bersama, karena pola yang dibangun rawan terjadi monopoli dan penyelewengan,” ungkapnya.

Warga lainnya, Edi Hermanto mengaku, mesin EDC Bank BTN ini kualitasnya juga kurang bagus. Perhari hanya mampu untuk melayani maksimal 70 an Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik KPM BPNT.

“Mesin EDC itu, terkadang juga sering error,” cetus lelaki 48 tahun tersebut.

Edi menambahkan, Imbasnya adanya mesin sering eror itu, hak masyarakat miskin penerima bantuan pangan non tunai jadi molor. Sebuah kenyataan pahit bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah kehabisan sembako.

“Padahal, idealnya per mesin EDC kan melayani 250 KPM,” terang warga Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru tersebut.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Banyuwangi, Lukman Hakim mengatakan, sebenarnya untuk mesin EDC ini ranah dari BTN. Namun, pihaknya bisa menjelaskan bahwa BTN ini keputusan baru dari pusat.

Baca Juga  Dorong Pemulihan Ekonomi melalui UMKM, Agus : Serap Tenaga Kerja

“Ini keputusan baru, sehingga BTN belum siap untuk menyediakan mesin. Jadi mesinnya masih menggunakan dari BNI,” katanya.

Lukman menambahkan, kerjasama itu dilakukan langsung oleh pihak BTN. Untuk tahun ini BTN sudah siap untuk menyiapkan segalanya. Tetapi mungkin karena masa transisi masih banyak pembenahan.

“BTN sudah menyiapkan, kemungkinan tahun ini akan dilakukan transisi,” jelasnya.(ron/am)

News Feed