oleh

Penerapan New Normal Perlu Kajian Kembali, Sehari Tambah 27 Kasus Konfirmasi Positif Covid-19

Tulungagung, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Tulungagung, yang berencana menerapkan new normal secara bertahap, nampaknya harus kembali melakukan kajian. Pasalnya, penambahan kasus penularan coronavirus disease (Covid-19) dalam sehari cukup pesat, bahkan diketahui satu bayi berusia 2 bulan asal Kecamatan Karangrejo terpapar Covid-19.

“Harini kami mendapatkan laporan ada bayi berusia 2 bulan yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkap wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro.

Selain bayi berusia dua bulan, Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung juga merilis 26 nama lainnya yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 13 Juni. Sehingga total kumulatif kasus covid-19 di Tulungagung mencapai 97 kasus.

Galih mengatakan, ke-27 nama ini tersebar di delapan Kecamatan. Antara lain 15 orang dari Kecamatan Karangrejo, 3 orang dari Kedungwaru, 3 orang dari Boyolangu, 1 orang dari Sendang, 1 orang dari Sumbergempol, 1 orang dari Rejotangan, 2 orang dari Kecamatan Tulungagung , dan 1 orang dari Kalidawir.

“Kenaikan kasus cukup signifikan. Kami merilis 27 nama yang terkonfirmasi covid-19. Untuk itu total kasus mencapai 97,” paparnya.

Baca Juga  Penularan Virus Covid-19 Masih Cukup Banyak, Kasus Positif Bertambah 949

Galih merinci, empat orang yang berasal dari Kecamatan Karangrejo memiliki kontak erat dengan salah satu karyawan pabrik rokok di Kecamatan Kedungwaru berinisial HRY. Dimana, sebelumnya HRY dinyatakan reaktif rapid, namun hasil pemeriksaan PCR negative. Namun, demikian petugas tetap melakukan tracing. Hasilnya petugas menemukan empat orang terkonfirmasi Covid-19.

“Empat ini salah satunya masih bayi berusia 2 bulan. Dia tertular dari sang ibu yang juga terkonfirmasi positif covid-19,”jelasnya.

Selanjutnya, 10 nama yang terkonfirmasi berasal dari Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo merupakan hasil tracing dari temuan pasien dalam pengawasan (PDP) berinisial RA yang juga terkonfirmasi Covid-19. Sehingga total kasus di wilayah tersebut sebanyak 13 orang.

Sebelumnya, tim GTPP Covid-19 Kabupaten Tulungagung menemukan belasan warga reaktif. Tim melakukan pengembangan, hasilnya sebanyak 31 orang dilakukan pengambilan swab untuk pemeriksaan PCR.

Hasilnya sebanyak 13 orang dinyatakan positif, dan negative sebanyak 11 orang. Sehingga 7 orang masih menunggu hasil PCR keluar.

“Kami masih menelusuri zero point penularan, dugaan sementara ada transmisi dari pelaku perjalanan daerah transmisi (PPDT) dari Surabaya,”ungkapnya.

Baca Juga  Bertambah Lagi 3 Pasien positif Covid-19, Dua Pasien belum Diketahui Klasternya

Tak hanya itu, tim GTPP juga merilis tiga nama yang merupakan karyawan pabrik rokok di Kecamatan Kedungwaru yang juga terkonfirmasi Covid-19.

Selanjutnya, empat orang yang merupakan tenaga Kesehatan juga terkonfirmasi positif Covid-19. Empat orang ini berasal dari Kecamatan Kedungwaru, Boyolangu, dan Tulungagung. Selain tenaga Kesehatan, dua orang karyawan sebuah pabrik mie yang beroperasi di Kecamatan Boyolangu juga terkonfirmasi positif Covid-19.

Ini merupakan hasil screening yang dilakukan oleh tim rapid health assessment (RHA) pada 8 Juni lalu. Dari 6 yang dilakukan pengambilan swab, dua dinyatakan positif dan empat negative Covid-19.

Selain temuan puluhan pasien Covid-19 ini berasal dari hasil tracing dan screening tim RHA, tim GTPP Covid-19 juga mengkonfirmasi dua nama yang berasal dari kelompok Pasien dalam Perawatan (PDP) di RSUD dr. Iskak Tulungagung yang naik status menjadi terkonfirmasi Covid-19.

“Ada juga dua orang yang memiliki faktor risiko menjadi Pelaku Perjalanan Dalam Wilayah Terjangkit (PPDT) yang juga terkonfirmasi Covid-19. Sehingga total kumulatif kasus 97 kasus,” imbuh Galih.

Baca Juga  Tiga Orang Diindikasi Terpapar Corona, Dua Diantaranya dari Perbankan

Sekadar informasi, hingga 13 Juni 2020, jumlah kasus positif Covid-19 di Tulungagung sebanyak 97 orang. Dengan rincian 1 orang meninggal dunia, dan 55 orang sembuh. Sementara jumlah ODP sebanyak 1350, dan jumlah PDP sebanyak 663. Untuk rinciannya, PDP sembuh 416, dan PDP meninggal 190 orang. (an)

News Feed