oleh

Pencarian Nelayan Tenggelam di Pantai Popoh Dihentikan

Tulungagung, (afederasi.com) – Anggota Basarnas Trenggalek akhirnya menghentikan pencarian terhadap Yopi Andika (28), nelayan asal Desa Besole Kecamatan Besuki yang tenggelam di Pantai Popoh.

“Setelah melakukan pencarian selama tujuh hari dengan hasil nihil, maka pencarian dihentikan,” kata Ketua Regu Pencarian Basarnas Trenggalek Yoni Fariza Sabtu (20/6/2020).

Yoni mengatakan, pencarian terhadap korban ini telah dilakukan secara maksimal. Bahkan sampai ke pesisir pantai Munjungan masuk Kabupaten Trenggalek. Tetapi jenazah korban belum ditemukan.

Namun demikian lanjut Yoni, meski proses pencarian telah dihentikan namun untuk proses pemantauan tetap dilakukan. Menurutnya, apabila ada informasi tanda-tanda ditemukan korban pihaknya akan tetap turun ke lapangan.

“Kita juga sudah koordinasi dengan para nelayan, dan penjaga pantai selatan hingga Jawa Tengah,” imbuhnya.

Yoni mengatakan, pihaknya memprediksi saat ini jenazah korban memungkinkan terseret arus hingga ke pantai Cilacap Jawa Tengah. Sebab, beberapa hari terakhir angin dan arus laut cukup kencang ke arah barat..

“Kami memprediksi kemungkinan jenazah sampai ke Cilacap,” terangnya.

Baca Juga  Yatim Muhaimi: Tidak Yakin Terinveksi Virus Corona

Disinggung bagaimanakah kondisi jenazah saat ditemukan lebih dari tujuh hari, Yoni mengatakan biasanya jenazah tidak lagi utuh atau ada bagian organ yang hilang. Hal ini disebabkan banyak kemungkinan, karena rusak atau dimakan hewan laut.

“Yang pasti akan membengkak dan sudah tidak bisa dikenali,” jelasnya.

Yoni menambahkan, dalam kesempatan tersebut pihaknya menghimbau kepada para nelayan apabila menemukan tanda-tanda jenazah korban saat melaut diharap langsung menghubungi Basarnas.

Seperti yang diketahui, Yopi Andika mengalami kecelakaan laut pada Sabtu (13/6/2020) yang lalu bersama tiga orang yang mana salah satunya adalah ayahnya. Ketika itu, keempatnya berangkat melaut untuk mencari ikan dengan membawa tiga perahu.

Setibanya di lokasi, tiba-tiba ombak setinggi 4 meter menyapu ketiga perahu tersebut. Saat itu Abdul Wakit (50) warga Desa Lumbangkulon Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan dan Yopi Andika tenggelam.

Abdul Wakit ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa, sedangkan Yopi Andika belum ditemukan.

Kemudian, dua korban yang selamat yakni Boirin (53) (ayah Yopi Andika-red) dan Tadi (58). (yp)

News Feed