oleh

Pemuda Tewas Berlumuran Darah, Diduga Korban Pengeroyokan

Banyuwangi, (afederasi.com) – Seorang pemuda dilaporkan tewas diduga korban aksi pengeroyokan yang terjadi di Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo. Korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar saat hendak melaksanakan salat subuh. Saat ditemukan kondisi tubuh korban berlumuran darah dengan luka parah di seluruh wajah dan leher serta tergeletak di pinggir jalan.

Kapolsek Purwoharjo, AKP Endro Abrianto mengatakan korban bernama Debi Kurniawan (32) warga Dusun Jatimulyo, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo. Usai ditemukan dalam kondisi penuh luka, warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Purwoharjo.

Selanjutnya anggota melakukan pengecekan tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Purwoharjo.

“Saat dievakuasi kondisi korban masih bernapas, namun saat dievakuasi menuju puskesmas sekitar 30 menit, kemudian korban menghembuskan napas terakhir,” ujarnya, Selasa (24/11/2020).

Kapolsek menyebut kronologi kejadian menurut keterangan beberapa saksi awalnya korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi P 6470 UN seorang diri dari arah barat menuju ke timur.

Sesampainya di lokasi kejadian, ada sebanyak tiga orang remaja yang sedang menggelar pesta minuman keras. Kemudian diduga korban tidak terima diteriaki oleh tiga remaja tersebut akhirnya korban menghampiri mereka.

“Korban berbalik arah dan menanyakan maksud ketiga remaja itu meneriakinya,” ungkapnya.

Lantaran terpengaruh alkohol akhirnya adu mulut pun terjadi. Usai beradu mulut salah satu dari pelaku memukul kepala korban hingga jatuh tersungkur ke tanah. Tak sampai disitu, melihat korban masih dapat berdiri salah satu pelaku kembali memukul leher korban dengan menggunakan balok kayu hingga korban tak sadarkan diri.

“Dilihat dari luka yang diderita, diduga Debi Kurniawan merupakan korban pengeroyokan,” ungkapnya.

Usai puas mengeroyok korban, ketiga pelaku pun pergi meninggalkan lokasi kejadian dan membiarkan korban terkapar di pinggir jalan tersebut.

“Korban menderita luka pada hidung, pelipis, bibir dan juga leher. Dari pemeriksaan tim medis korban meninggal karena gegar otak akibat hantaman keras benda tumpul yang diarahkan di bagian belakang kepala,” terangnya.

Setelah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian polisi juga menemukan barang bukti lainnya berupa satu unit sepeda motor milik korban, potongan kayu yang diduga digunakan untuk memukul korban, ponsel merek Samsung milik korban, satu bungkusan plastik berisi tuak, satu buah teko plastik, satu buah gelas kecil dan sepasang sandal jepit merek swallow milik korban.

Untuk selanjutnya polisi masih mendalami kasus tersebut dan memeriksa saksi terkait kasus penganiayaan dan pengeroyokan itu.  “Masih kami lakukan penyelidikan dan belum kami tetapkan tersangkanya,” pungkasnya. (ron/dn)

News Feed