oleh

Pembangunan Pengolahan Limbah Medis, Komisi III : Setujui dan Perlu Kajian

Trenggalek, (afederasi.com) – Usulan rencana kegiatan fasilitasi pembangunan pengelolaan limbah medis telah di setujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek. Namun demikian, Komisi III yang membidangi menyebut masih diperlukan kajian yang matang.

Ketua Komisi III DPRD Trenggalek Sukarodin mengungkapkan, persetujuan pembangunan tersebut diperlukan mengingat saat ini RSUD dan Puskesmas di Trenggalek masih menggunakan pihak ketiga untuk mengolah limbah medis.

Dimana pihak ketiga tersebut berada di Mojokerto. Sedangkan untuk anggaran sendiri yang dikeluarkan setiap tahunnya sekitar Rp 1,5 Milyar.

“Dalam hal ini masih dalam kajian, dengan alasan apakah masih ada untung atau malah rugi,” ungkapnya, Sabtu (19/9/2020).

Disampaikan Sukarodin, kajian dalam perencanaan pembangunan pengolahan limbah medis sendiri perlu diperhitungkan secara matang. Entah itu mulai biaya operasional dan biaya lainnya.

Pihaknya juga menyarankan, untuk cara menghitungnya jangan hanya dihitung Trenggalek saja. Karena perlu diingat kabupaten tetangga juga belum memiliki pengolahan limbah medis.

“Jangan hanya di hitung omset dari Trenggalek saja. Akan tetapi juga dihitung tatkala kabupaten tetangga turut sebagai konsumen,” terangnya.

Baca Juga  Risma : Pekerjaan yang Bersentuhan Langsung dengan Konsumen Diusahakan Dites Swab

Ditambahkan Sukarodin, jika saat ini RSUD Trenggalek harus mengeluarkan Rp 1,5 milyar setiap tahunnya dan itu belum rumah sakit dan Puskesmas tetangga, maka masih perlu dikaji kembali manfaat pendapatannya.

“Dalam hal ini kita ingin diperubahan tahun 2020 sudah ada tahapan. Tentunya dengan titik lokasi yang jauh dari permukiman. Tujuannya apa agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari,” tambahnya.

Menyikapi hal itu Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek Sunarto menjelaskan, saat ini pengolahan limbah medis masih mengarah ke pihak ke tiga dan membayar sesuai kontrak setiap tahun sekitar Rp 1,5 milyar.

Sedangkan untuk perencanaan pembangunan tersebut, perencanaan lebih banyak ke OPD lain. Karena terkait titik lokasi dan lainnya ada di Bappeda. Namun RSUD tetap akan mendukung.

“Jadi RSUD ini hanya sebagai konsumen, dan jika nanti di Trenggalek ada pengolahan limbah medis otomatis akan menjadi konsumennya,” pungkasnya. (pb/yp)

News Feed