oleh

Pelaku Seks Menyimpang ‘Kain Jarik’ Berhasil Diamankan, Begini Kronologinya

Surabaya, (afederasi.com) – Pria yang diduga memiliki perilaku seks menyimpang ‘kain jarik’ yang sempat menggemparkan publik akhirnya berhasil diamankan tim gabungan dari Polrestabes Surabaya, Polres Kapuas dan Polda Kalteng pada Jum’at (8/8/2020).

Seakan tak ingin kasus ini berlarut, pria yang berinisial GA (32) warga Blok D Desa Terusan Mulya Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah ini ditangkap berkat tim Cyber Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko didampingi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhony Isir dalam konferensi pers mengungkapkan, saat melakukan patroli cyber menemukam sebuah tautan diakun twitter @m_fikris, yang mana pada akun tersebut menggugah ancaman kekerasan secara pisikis kepada pemilik akun twitter @m_fikris. Adapun bentuk ancaman yang tak lazim yakni melakukan bungkus tubuh dengan kain jarik.

“Jadi modusnya, pelaku ini meminta korban membungkus tubuh dengan kain jarik. Alasannya untuk riset akademik,” terangnya.

Karena pelaku ini adalah salah satu mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) lanjut Trunoyudo, akhirnya pihaknya melakukan koordinasi dengan pihak perguruan tinggi. Setelah didalami, ternyata ada tiga korban yang berani melapor ke polisi.

Baca Juga  Terpapar Covid-19 disertai Komorbid, Perawat RS Unair Meninggal Dunia

“Karena diduga masih ada korban lain, maka kami sempat membuka posko aduan,” terangnya.

Trunoyudo melanjutkan, setelah keberadaan pelaku diketahui, pada Kamis (6/8/2020) sekitar pukul 14.00 WIB, tim dari Polrestabes Surabaya dan anggota Sat Reskrim Polres Kapuas langsung menuju ke Kelurahan Selat Dalam Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah.

“Akhirnya pelaku ini berhasil kami amankann kemudian digelandang ke Polrestabes Surabaya,” katanya.

Trunoyudo menjelaskan, dalam pembuatan video itu pelaku berada di Kalimantan. Lalu ia menghubungi korban (F) melalui chat pribadi Instagram dengan akun “mufis @m_fikris”, sedangkan posisi korbannya di Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah.

“Pelaku ini mimenyuruh korban untuk membuat konten video dan mengirimkannya, modusnya sedang melakukan riset terkait pembungkusuan jenazah,” bebernya.

Setelah sepakat, korban mempersiapakan alat yang dibutuhkan berupa tiga helai kain jarik, tali rafia bekas dan lakban. Kemudian korban diminta mempraktekan adegan yang dijelaskan oleh tersangka melalui WA dan di video.

Korban dibungkus kain selayaknya pocong dengan beberapa ikatan dan lakban dengan durasi beberapa saat hingga korban merasa sakit dan sesak. Video pertama sempat dikirim kepada pelaku, namun dia minta kepada korban agar pembuatan video tersebut diulangi dengan alasan ada beberapa adegan yang tidak sesuai.

Baca Juga  Buka Bazar Online, Risma Minta Pelaku Usaha Lebih Cerdas dan Kreatif

“Korban sendiri menolak dan tidak mau, tapi tersangka tetap memaksa agar korban mau menuruti permintaan tersangka. Pelaku juga mengancam jika korban tidak mau menuruti permintaannya mengancam hendak bunuh diri,” tukasnya. (al/yp)

News Feed