oleh

Pelaku Pembunuhan Janda Kaya Ngunut, Diganjar 18 Tahun Penjara

Tulungagung, (afederasi.com) – Masih ingatkah dengan kasus pembunuhan terhadap janda kaya Miratun asal Desa/Kecamatan Ngunut yang mengagetkan banyak pihak diawal tahun 2020 yang lalu ?

Rian Dicky Vebriyanto alias RD (26), pelaku pembunuhan terhadap janda kaya asal Kecamatan Ngunut  akhirnya diganjar 18 tahun penjara oleh majelis hakim Pegadilan Negeri (PN) Tulungagung pada Senin (27/7/2020).

Perbuatan RD terbukti bersalah sebagaimana dalam pasal 339, jo pasal 338, jo pasal 365 KUHP oleh Majelis hakim yang diketuai Yuri Ardiansyah, dan hakim anggota Sri Peni Yudawati, serta Yudi Eka Putra.

“Saya kira hukuman itu sudah cukup, tidak perlu mengajukan banding,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anik Partini kepada afederasi.com Selasa (28/7/2020).

Anik menjelaskan, ia sengaja tidak mengajukan banding karena putusan tersebut sudah lebih 2/3 dari tuntutan maksimalnya sesuai pasal 339 KUHP yakni 20 tahun.

Menurutnya, hal yang memberatkan terdakwa yakni, sebelum melakukan pembunuhan, terdakwa ini sudah melakukan kejahatan yang lain.

“Terdakwa ini kan awalnya mencuri uang dan perhiasan korban. Setelah itu ia kembali lagi untuk mencuri lagi hingga membunuh korban,” katanya.

Baca Juga  21 Desa/Kelurahan Terima Bantuan Rp 17,5 Juta Perkuat Kampung Tangguh

Anik menjelaskan, jadi pembunuhan yang dilakukan terdakwa ini tidak hanya sesuai pada pasal 338 saja dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Tetapi murni pasal 339.

“Yang meringankan terdakwa ya selama persidangan ia tidak berbelit-belit,” ungkapnya.

Masih menurut Anik, terdakwa juga menerangkan secara detail bagaimana cara mencuri, membunuh, dan menggunakan barang hasil kejahatannya. Bahkan, terdakwa juga mengakui ia sempat bersenang-senang dengan pacarnya ke Bali.

Disinggung apakah kasus pembunuhan tersebut ada unsur perencanaannya, Anik mengatakan tidak melihatnya. Sebab, pembunuhan tersebut dilakukan dengan cara spontan dan tanpa perencanaan.

“Tidak masuk (perencanaan-red), terdakwa ini datang ke kos untuk mencuri, namun barang yang akan dicuri ada pada leher korban. Akhirnya korban langsung dibunuh dengan cara dicekik dan di bekap bantal,” tukasnya. (yp)

News Feed