oleh

Pelajar Terjaring saat Demo Diminta Sujud Dikaki Orang Tua

Surabaya, (afederasi.com) – Puluhan pelajar yang terjaring saat demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja mendapat pengarahan langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Mereka juga diminta untuk meminta maaf kepada orang tuanya masing-masing dengan cara sujud di kaki orang tuanya.

Risma mengungkapkan, para orang tua dinilai sudah maksimal dalam memperhatikan anaknya, seperti memberikan handphone dan pulsa supaya para murid semua bisa belajar hingga sukses dan berhasil.

“Inikah yang kalian berikan kepada orang tua kalian anak-anakku? Seandainya kalian babak belur dan terluka dan kemudian dirawat di rumah sakit, itukah balasan kalian kepada orang tua kalian? Kasihan orang tua kalian,” ujarnya.

Ia juga meminta kepada para pelajar itu untuk tidak mengkhianati orangnya. Bahkan, ia juga meminta anak-anak itu untuk tidak aneh-aneh mengikuti hal-hal yang belum mereka tahu.

“Ibu tidak terima siapapun yang mengganggu anak-anak ibu, ibu akan hadapi. Ibu bangun Surabaya ini untuk kalian anak-anakku supaya kalian bisa sukses dan bisa bersaing dengan anak-anak lain di luar sana,” kata Risma.

Baca Juga  Revisi Perwali 33/2020, Pemkot Kaji Penerapan Sanksi Denda

Akhirnya, pada saat itu Risma meminta para pelajar itu untuk meminta maaf dan bersujud di kaki orang tuanya masing-masing. Anak-anak itu pun nangis sembari bersimpuh di pangkuan orang tuanya yang tepat berada di barisan belakang. Para orang tua pun tak kuat menahan tangis permohonan maaf anaknya, sehingga para orang tua juga ikut menangis terharu dan bangga karena anaknya sudah meminta maaf atas perbuatannya.

Setelah meminta maaf kepada orang tuanya, Risma juga meminta anak-anak itu untuk meminta maaf kepada para guru dan kepala sekolah. Seusai proses permintaan maaf, Risma kembali memberikan motivasi kepada mereka. Ia juga sempat memamerkan beberapa penghargaan yang telah diraih banyak sekolah di Surabaya.

“Ini bukti bahwa semuanya berhak berhasil dan semuanya berhak sukses. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuhan, tidak ada yang tidak bisa asal kita mau. Anak-anak ini juga berasal dari keluarga yang tidak mampu, tapi berkat kegigihannya mereka sekarang bisa sukses dan berhasil, kalian juga bisa seperti mereka,” paparnya.

Baca Juga  Komisi II DPRD Minta OPD Cermati Edaran Kemendagri

Pada kesempatan itu, Risma juga menyampaikan protes keras kepada siapapun yang telah melibatkan anak-anak dalam demo anarkis. Pasalnya, anak-anak ini menurutnya masih belum tahu menahu soal apa yang terjadi dan seluk beluknya.

“Saya protes keras karena melibatkan anak-anak dalam kejadian kemarin. Karena mereka belum mengerti apa-apa. Melibatkan mereka sama juga dengan mengeksploitasi anak,” tegas Risma.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk menjaga anak-anak supaya tidak lagi terlibat dalam demo anarkis. Dengan cara itu, ia berharap bisa melindungi anak-anak Surabaya dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Andi yang merupakan salah satu orang tua yang mendampingi anaknya mengikuti pengarahan itu mengatakan bahwa motivasi dan pengarahan dari Walikota Risma ini sangat luar biasa. Hal ini, lantaran diera saat ini sangat jarang anak meminta maaf sambil bersujud di kaki orang tuanya.

“Saya sampai ikut terharu dan nangis tadi, karena anak saya jarang-jarang seperti itu. Tapi, karena mendapatkan motivasi dari Bu Risma, akhirnya anak saya dan anak-anak yang lain bisa meminta maaf sampai seperti itu, saya sangat senang dan terharu,” pungkas Andi. (dwd/yp)

Baca Juga  33 Kelurahan di Kota Pahlawan Nol Kasus Covid-19

News Feed