oleh

Pelajar Terjaring Razia, Diberikan Sanksi Menghafal Ayat Suci Alqur’an

Kasat Lantas Polresta Kediri, AKP Risky (tengah) saat melihat pelajar membaca ayat suci Al-Quran karena terjaring razia di Operasi Patuh Semeru 2019

Kediri, (Afederasi.com) – Razia kendaraan dalam Operasi Patuh Semeru 2019, jajaran Satuan Lalu Lintas (satlantas) Polresta Kediri, Jawa Timur selain memberikan sanksi tilang terhadap para pelanggar, pihaknya juga memberikan hukuman mengahafal ayat suci Al Qur’an bagi pelajar yang terjaring razia.  

Berdasarkan pantauan Afederasi.com, razia Ops Patuh Semeru 2019 dimulai sejak pukul 07.00 WIB di depan Mako Satlantas Polresta Kediri Jalan Brawijaya Kota Kediri. Kali ini petugas bekerjasama dengan instansi lain seperti Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Dishub, Jasa Raharja dan Bank BRI.

Kasat Lantas Polresta Kediri, AKP Risky mengatakan, penindakan di tekankan pada kelengkapan kendaraan dan pelanggaran lain yang menjadi prioritas di operasi Patuh Semeru 2019. “Razia ini difokuskan bagi pengendara yang tidak memiliki SIM dan tidak membawa STNK serta pelanggaran lainnya akan langsung kami berikan sanksi berupa tilang,” ujarnya usai menggelar operasi Patuh Semeru 2019, Jumat (06/09/2019).

Baca Juga  Dua Pemuda Ditangkap Polisi, Karena Simpan Barang ini

Risky menuturkan tidak hanya sanksi tilang yang diberikan kepada pengendara jalan yang melanggar. Namun, Satlantas Polresta Kediri juga memberikan siraman rohani bagi pengendara yang masih berstatus pelajar. “Untuk hari ini ada 186 pelanggaran. Sementara yang masih pelajar, selain sidang ditempat kita juga berikan hukuman membaca dan menghafal ayat suci Al-Quran bagi yang beragama muslim. Untuk non muslim dipimpin oleh pendeta,” tuturnya.

Pihaknya menekankan penindakan diprioritaskan bagi pelanggar di bawah umur. Pasalnya jumlah angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak dibawah umur semakin meningkat.  Diharapkan dengan siraman rohani ini dapat memberikan edukasi bagi mereka agar tidak mengendarai kendaraan bermotor jika belum memiliki SIM.

“Selain itu juga kita ingin menjangkau orang tua dan pihak sekolah untuk melakukan edukasi khusus. Jadi nanti saat pengambilan surat kendaraan, orang tua dan pihak sekolah akan kita hadirkan,” jelasnya.

Sejauh ini Satlantas Polresta Kediri dalam menggelar Operasi Patuh Semeru 2019 sudah menindak hampir seribu pengendara yang melakukan pelanggaran. Rata-rata pelanggaran terjadi pada kelengkapan STNK hingga tidak memilikinya SIM. (dc)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed