oleh

Pekerjaan Proyek Pelebaran Jalan Tewas, Begini Kronologisnya

Banyuwangi, (afederasi.com) – Nasib naas menimpa tiga pekerja proyek pelebaran jalan raya Wiroguno, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, tersengat listrik bertegangan tinggi, Tiga pekerja proyek itu diantaranya Diki Wahyudi (22), Deni Darmawan (26), dan Jaya (30). Mereka warga Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi.

Dari tiga korban itu, satu orang meninggal dan dua orang lainnya harus menjalani perawatan intensif di RS Al-Huda Gambiran.

“Korban meninggal di RS Al-Huda saat dalam perawatan,” ujar Kapolsek Tegalsari, Iptu Lipur, Minggu (4/10/2020).

Lipur mengatakan, kecelakaan kerja tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, ketiganya sedang mengerjakan proyek pelebaran jalan wiroguno. Hendak memindahan tiang LPJU tersebut, salah satu pekerja menggerakkan eskalator (alat berat) untuk mengangkat tiang tersebut. Sedangkan dua pekerja lainnya memegangi tiang tersebut, agar seimbang.

“Saat diangkat keatas, tiang tersebut tersangkut kabel listrik bertegangan tinggi,” terangnya.

Tiang LPJU yang tersangkut itu, masih kata dia, langsung menyalurkan aliran listrik yang membuat para pekerja kesetrum. Beruntung, tiang LPJU tersebut langsung lepas terjauh ke bawah.

Baca Juga  Penerima JPS Nganjuk 26.464 Jiwa, Tahap Tiga Harus Tepat Sasaran

“Tersengat aliran listrik tidak begitu lama, namun karena tegangan cukup tinggi membuat para pekerja harus dievakuasi,” ungkapnya.

Melihat kejadian itu, sejumlah pekerja lainnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban. Ketiganya langsung dibawa ke RS Al-Huda untuk mendapatkan pertolongan.

“Ketiganya sudah langsung dibawa ke RS,” cetusnya.

Namun, naas korban Diki Wahyudi tidak berhasil diselamatkan. Korban mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 15.30 di RS Al-Huda Gambiran.

“Korban meninggal akhirnya langsung dibawa ke rumah duka, sedangkan dua korban lainnya masih dalam perawatan,” tuturnya.

Korban meninggal diduga akibat sengatan listrik yang begitu tinggi. Untuk kedua korban lainnya karena tidak begitu parah, setelah mendapatkan perawatan langsung diperbolehkan pulang.

“Dua korban sudah langsung boleh pulang,” pungkasnya. (ron/am)

News Feed