oleh

Peduli Lingkungan Hidup, Pelajar SD/SMP Terima Penghargaan

Surabaya (afederasi.com) – Beberapa pelajar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Kota Pahlawan dinobatkan menjadi Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020. Penghargaan ini diberikan karena mereka berhasil memenangkan kejuaraan tentang kepedulian lingkungan hidup.

Piagam penghargaan dan piala diberikan langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini di rumah dinasnya. Selain itu, Risma juga memberikan sebuah buku yang sudah dibubuhi tandatangannya.

Pada kesempatan itu, Risma mengucapkan terima kasih kepada anggota Tunas Hijau, kepala sekolah dan para guru yang telah membimbing anak-anak dalam memperjuangkan projectnya. Dirinya yakin, berbagai upaya yang telah dilakukan oleh anak-anak ini akan bisa menyelamatkan bumi dari kehancuran.

“Kalian bisa membantu memperpanjang usia bumi. Banyak di luar sana orang sengaja merusak bumi, sehingga kita tidak tahu sampai kapan bumi ini bisa kita huni,” ungkap Risma.

Ia juga meminta, agar anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa untuk senantiasa mengerahkan segala kemampuannya sama-sama saling berusaha menyelamatkan bumi. Mulai dari mengerahkan segala kemampuan tubuh, mata, hidung, kaki, telinga dan mulut untuk membuat bumi memiliki umur lebih panjang.

Baca Juga  Kompak Cegah Penyebaran Covid-19

“Kalau kalian sudah biasa bersusah susah seperti ini, pasti tidak akan sulit kelak saat kalian akan menggapai mimpi,” ujarnya.

Selain itu, Risma juga menegaskan agar anak-anak tidak berhenti untuk berusaha. Apalagi, mereka dinilai telah berjuang keras untuk ada di titik tersebut. Sehingga Wali Kota Risma pun berpesan, agar jangan sampai mereka dipengaruhi oleh dampak yang negatif.

“Kalian sudah bagus ini. Kalian adalah bibit masa depan bangsa dan negara. Ibu yakin suatu saat Indonesia akan menjadi Indonesia yang maju,” kata Risma.

Oleh karena itu, Wali Kota Risma berpesan agar ketika anak-anak dicemooh atau dihina tidak menyurutkan semangat mereka. Bahkan, ia pun juga mengungkapkan sosoknya juga pernah dicemooh tapi tidak pernah menyurutkan semangat.

“Jadi kalian tidak usah merasa kecil hati. Dimulai dari sinilah kalian sudah berjasa pada bumi. Tidak perlu malu, ibu juga tidak malu ketemu sama presiden seluruh dunia berkat apa yang ibu lakukan ini. Untuk itu kalian harus semangat,” paparnya.

Baca Juga  Antisipasi Resesi, Ini yang Dilakukan Risma

Sementara itu, Presiden Tunas Hijau Surabaya Mochamad Zamroni mengatakan saat ini sebenarnya adalah pemberian hadiah yang berupa penyelempangan gelar dan pemberian hadiah. Ia memastikan bahwa ajang diikuti oleh 847 peserta, yang kemudian terseleksi dengan ketat hingga diambil 60 finalis. Setelah itu, disaring lagi secara ketat dan lahirlah 20-an siswa yang terdiri dari SD dan SMP ini sebagai juaranya.

“Sebenarnya, proses ini lebih ke akademi mungkin ya. Karena setelah daftar itu mereka harus buat proyek yang sedang dilakukan. Setelah itu kita beri panduan lagi untuk pengembangan untuk media promo dan kita damping terus hingga akhir,” tutup Zamroni. (dwd/yp)

News Feed