oleh

Paripurna DPRD Bahas Dua Raperda

Trenggalek, (afederasi.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Trenggalek menggelar rapat paripurna pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yakni penyertaan modal Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pada PDAM dan SPBU, Senin (12/10/2020).

Wakil Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi mengatakan, agenda rapat paripurna kali ini merupakan penyampaian pandangan umum fraksi yang ada di DPRD terhadap dua Raperda penambahan modal.

“Ada dua yakni penambahan modal PDAM sebesar Rp 3 milyar dan SPBU Rp 14 milyar,” ungkapnya usai pimpin rapat paripurna.

Setelah pembahasan ini lanjut Doding, DPRD Trenggalek juga akan kembali menggelar rapat paripurna dengan agenda jawaban Bupati atas pandangan fraksi yang digelar pada (14/10/2020) depan.

Menurutnya, pembahasan tersebut harus segera dilakukan dan disahkan mengingat ada satu Raperda yang ditunggu oleh Pemerintah Pusat terkait Raperda penyertaan modal PDAM.

“Raperda penyertaan modal PDAM ini merupakan dana talangan. Tatkala sudah terealisasi akan diusulkan ke Pemerintah Pusat untuk penggantian anggaran,” terangnya.

Sedangkan masih kata Doding, pada penyertaan modal SPBU dilakukan karena ini merupakan badan hukum yang pertama kali. Sehingga penambahan modal ini harus menyesuaikan modal dasar.

Baca Juga  Ranperda Perubahan Tak Kunjung Disahkan, Ini Kata Ketua Dewan

Pada badan hukumnya terhitung ada penambahan modal sekitar Rp 50 milyar. Dengan alasan itu, maka Pemerintah harus melakukan penambahan modal Rp 14 milyar untuk memenuhi persyaratan tersebut.

“Pada rapat paripurna tadi juga ada kesepakatan, pembacaan pandangan umum semua fraksi menjadi satu. Karena harus cepat mengajukan penyertaan modal, untuk selanjutnya Perda dikirim ke kementerian PUPR ke pusat untuk penyertaan modal PDAM,” jelasnya.

Ditambahkan Doding, hasil dari rapat semua fraksi menyetujui Raperda ini. Karena prinsipnya semua fraksi sepakat demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (pb/yp)

News Feed